1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Yuk tengok rencana pengembangan wisata Sungai Serayu Banyumas

"Masyarakat juga dikenalkan tentang pengelolaan sumber daya air berupa bendung gerak serayu yang mengairi 20.000 hektar sawah."

Perahu-perahu mengantar wisatawan menyusuri sungai Serayu Banyumas.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Selasa, 22 Agustus 2017 13:11

Merdeka.com, Jawa Tengah - Paguyuban Masyarakat Pariwisata Serayu (PMPS) dan Pemerintah Kabupaten Banyumas berencana mengembangkan kawasan wisata di Sungai Serayu. Konsepnya, adalah aktivitas wisata minat khusus di sepanjang sungai.

Wisata sungai tersebut, kata pegiat PMPS, Eddy Wahono sebenarnya sudah digagas sejak tahun 2007 dengan nama Serayu River Voyage (SRV). Namun, rencana tersebut terganjal perizinan PP Nomor 6/2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Pasal tersebut menyebutkan, pihak ke tiga harus mendapat izin Menteri Keuangan yang akan membentuk badan layanan umum (BLU).

"BLU-nya ini yang belum ada," kata Eddy, Selasa (22/8).

Untuk saat ini, kata dia, pengembangan wisata sungai dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat. PMPS juga telah mengajak Kelompok Sadar Wisata Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Tumiyang di Kecamatan Kebasen dan Notog di Kecamatan Patikraja, untuk merealisasikan mimpi aktivitas wisata sungai tersebut. Bahkan mereka membuat wisata Serayu sebagai wisata edukasi.

Kegiatan utama yaitu menghidupkan wisata susur sungai di wilayah 3 desa tersebut. Tujuannya agar masyarakat mengenalkan keindahan sungai.

"Masyarakat juga dikenalkan tentang pengelolaan sumber daya air berupa bendung gerak serayu yang mengairi 20.000 hektar sawah," katanya.

Selain itu, sambung dia, masyarakat juga dapat melihat peternakan sapi dan kambing milik kelompok wisata yang ramah lingkungan karena kotoran sapi dan kambing tidak dibuang ke sungai namun diolah menjadi pupuk organik.

Eddy mengatakan, kelompok wisata PMPS setiap Sabtu dan Minggu melayani Wisata susur sungai gratis pada masyarakat dengan naik perahu wisata. Langkah PMPS disambut baik oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta, Tri Bayu Adji.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Saptono mengungkapkan, permasalahan perizinan tersebut akan diatasi dengan memindahkan pengembangan dermaga. Beberapa alternatif lokasi dermaga telah disiapkan untuk menghidupkan wisata susur sungai ini.

Menurut dia ke depannya, SRV dapat dikembangkan menjadi satu paket yang terintegrasi dengan Sentra Budaya Banyumas Kota Lama atau paket alternatif seperti Museum Pangsar Soedirman - SRV. Paket-paket itu bisa digolongkan sesuai minat.

"Kalau minatnya wisata sejarah akan diarahkan ke paket SRV - Banyumas Kota Lama - Somagede. Paket ini bersifat inbond, setiap vendor pun harus menentukan tiket masuknya," ucapnya.

(I)
  1. Pariwisata
  2. Wisata Banyumas
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA