1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Umbul Ponggok terima suntikan dana Rp 30 miliar

"Karena investasi ini jangka panjang, enggak bisa kita nikmati cepat. Otomatis lima tahun baru (BEP) Break Even Point."

Menko PMK Puan Maharani Kades Ponggok Juanedi Mulyono dan Plt Bupati Klaten Sri Mulyani saat mengunjuni Ponggok Ciblon.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Selasa, 15 Agustus 2017 13:32

Merdeka.com, Jawa Tengah - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten berhasil menggaet sebuah perbankan untuk menggelontorkan pinjaman senilai Rp 15 miliar. Dana segar tersebut nantinya digunakan untuk mengembangkan objek wisata Ponggok Ciblon.

Menurut Kepala Desa (Kades) Ponggok Junaedi Mulyono, pinjaman tersebut merupakan bentuk kerjasama antara BUMN dan BUMDes yang direalisasikan berupa pembangunan kawasan wisata air terpadu Ponggok Ciblon. Adapun rencana pembangunan ditandai penandatangan prasasti oleh Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, kemarin.

"Kalau kemarin masih wacana, sekarang mimpi untuk mengembangkan Ponggok Ciblon jadi kenyataan. Nanti mau kita kembangkan 7 hektare dengan alokasi dana pinjaman dari bank pemerintah (BNI) sebesar Rp 15 miliar, saham masyarakat Rp 10 miliar, dan BUMDes Rp 5 miliar," ujar Junaedi, Selasa (15/8).

Ditanya perbedaannya dibandingkan objek wisata Umbul Ponggok yang sudah terlebih dahulu populer, kata dia, Ponggok Ciblon lebih menyasar kepada wisata keluarga. Pengembangan Ponggok Ciblon yang akan dimulai Desembar tahun ini bakal dilengkapi wahana-wahana air seperti waterpark, arena outbond, resto dan warung apung, arena adventure, hingga taman edukasi.

"Kita saat ini masih fokus pemerataan saham dulu. Karena investasi ini jangka panjang, enggak bisa kita nikmati cepat. Otomatis lima tahun baru (BEP) Break Even Point," kata Junaedi saat disinggung perkiraan tambahan pemasukan BUMDes jika Ponggok Ciblon telah terealisasi.

Direktur Utama BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok, Joko Winarno menambahkan, masyarakat dilibatkan mengelola potensi desa melalui investasi saham ke BUMDes. Adapun tugas BUMDes mengelola sejumlah unit usaha, di antaranya Umbul Ponggok, toko desa, Ponggok Ciblon, gedung desa, simpan pinjam, kolam ikan, dan lainnya.

"Warga menjadi investor di BUMDes, kemudian hasilnya dikembalikan ke masyarakat berupa bagi hasil. Tahun ini BUMDes Tirta Mandiri ditarget meraup pendapatan Rp 15 miliar, dan hingga Juli sudah meraup Rp 8,5 miliar. Sedangkan tahun 2016 ditarget Rp 9 miliar dan tercapai Rp 10,3 miliar," imbuh Joko.

(I) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA