1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Selain makam Sunan Pandanaran, tengok keindahan ini di Bayat

"Dulu kita sering naik Gunung Jabalkat dekat makam Sunan Bayat, jalan kaki." Basuki Hadimuljono.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke Bayat, Klaten, Sabtu (31/12).. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Minggu, 01 Januari 2017 18:27

Merdeka.com, Jawa Tengah - Bayat bukan hanya tersohor sebagai tempat napak tilas salah satu tokoh penyebar agama Islam, Sunan Pandanaran atau dikenal Sunan Bayat. Namun, salah satu kecamatan di Kabupaten Klaten ini juga menyimpan harta karun batuan tertua di Pulau Jawa yang berusia 80 juta tahun lalu yang tersebar di sejumlah perbukitan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono mempunyai kenangan bersejarah dengan Bayat. Pasalnya, saat masih menempuh kuliah jenjang Sarjana di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, ia pernah merasakan gemblengan mempraktekkan keilmuan berkaitan ilmu alam di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul tersebut.

Hal tersebut dia ceritakan saat ditemani Rektor UGM, Dwikorita Karnawati meninjau pembangunan Kampus Lapangan Geologi UGM yang terletak di Jl. Raya Bayat-Cawas, tepatnya di Desa Beluk, Kecamatan Bayat, Klaten, Sabtu (31/12).

"Karena dulu saya pernah kuliah lapangan di sini. Kebetulan tadi malam menghadiri undangan Hamengkubuwono Award kepada Bu Menlu Retno Marsudi. Lalu liburan melihat Batik Bayat sekalian mengecek (pembangunan) ke sini," ujar Basuki.

Dalam memorinya, pria asal Solo kelahiran 5 November 1954 ini mengaku, sejumlah perbukitan di wilayah Kecamatan Bayat sudah pernah dia jelajahi. "Saya dulu tidur di rumah Pak Lurah Krakitan, dekat Rowo Jombor. Dulu enggak seramai ini. Dulu kita naik (meneliti batu di perbukitan) sering jalan kaki. Ke Gunung Jabalkat dekat makam Sunan Bayat, Batur Agung, dan gunung lainnya untuk pemetaan kuliah lapangan," kenang Basuki yang meraih gelar Magister dan Doktor Teknik Sipil dari Colorado State University, Amerika Serikat.

Ia berefleksi, dari masih berstatus mahasiswa jurusan Teknik Geologi UGM hingga menduduki posisi Menteri pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Bayat tak bisa dilepaskan dalam perjalanan karirnya.

"Dulu kalau saya kesini kan kuliah lapangan. Jadi saya jadi menteri kayak gini ada kontribusinya tanah Bayat. Kalau saya enggak kuliah lapangan di sini (Bayat), saya enggak bisa menyelesaikan sekolah di Gajah Mada (UGM). Kalau enggak sekolah di Gajah Mada, saya ya tidak akan bisa membina karier saya lagi," pungkas Basuki.

(I)
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA