1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Saat ribuan orang cari ikan di Pesta Rakyat Kurasan KTH Jelok-Timo

....setelah kurasan ini KTH Jelok-Timo akan tutup sementara untuk pemancingan.

Pesta Rakyat Kurasan Kolam Tandu Harian (KTH Jelok-Timo) atau kolam tampungan PLTA di Desa Tlompakan, Tuntang Kabupaten Semarang, Kamis (10/8). ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Jum'at, 11 Agustus 2017 06:37

Merdeka.com, Jawa Tengah - Ribuan orang mengikuti Pesta Rakyat Kurasan Kolam Tandu Harian (KTH Jelok-Timo) atau kolam tampungan PLTA di Desa Tlompakan, Tuntang Kabupaten Semarang, Kamis (10/8). Dengan menggunakan berbagai alat, selama kurang lebih empat jam para peserta kungkum mencari ikan di kolam seluas sekitar dua hektare tersebut.

Martono, warga Ambarawa, mengatakan dirinya datang bersama 10 orang rekannya. Dia membawa tiga jala dan seser untuk mendapat ikan. "Ya kita kerjasama agar dapat ikan banyak. Nanti ikannya dijual lagi," ucapnya. Dia mengaku setiap ada kurasan KTH Jelok-Timo selalu datang berombongan.

Sementara Sudarwanto, warga Temanggung, sengaja datang untuk melihat kemeriahan acara tersebut. Menurutnya, acara kurasan ini sangat luar biasa karena masyarakat dari berbagai lapisan datang hanya untuk mencari ikan. "Saya tidak ikut mencari ikan di kolam, tapi ini membeli tiga ikan harganya Rp 100 ribu. Ikannya besar-besar, kalau beli di pasar pasti lebih mahal," paparnya.

Pengelola KTH Jelok-Timo dari paguyuban Mina Bhakti Manunggal, Dwi Handayani mengungkapkan kurasan adalah acara rutin setiap dua tahun sekali. "Dengan tiket masuk yang murah, kita berharap agar masyarakat bisa menikmati kemeriahan acara ini sekaligus mencari ikan bersama di kolam," terangnya. Harga tiket masuk dipatok Rp 20 ribu.

Ia mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan lumpur di kolam. Dengan tiket masuk tersebut, warga yang datang dipersilakan membawa ikan tangkapan sebanyak mungkin.

Pengelola kolam Mina bakti manunggal sebagai panitia terdiri dari tiga desa yaitu Tlompakan, Ngajaran dan Jelok. "Tercatat dari tiket masuk jumlah pengunjung yang datang sekitar 5000 orang dengan omzet sekitar Rp40 juta dan akan kita gunakan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar KTH Jelok dan mengelola budidaya ikan air tawar," tambahnya.

Dwi mengungkapkan peserta kurasan tidak hanya dari Kabupaten Semarang dan Salatiga, tapi juga dari Jepara hingga Banjarnegara. Menurutnya, setelah kurasan ini KTH Jelok-Timo akan tutup sementara untuk pemancingan. "Nanti buka lagi di bulan Januari," ungkapnya.

Ia berharap kegiatan itu bisa menjadi agenda wisata alam dengan pengelolaan yang lebih baik serta pendampingan dari instansi terkait.

(PU) Laporan: Dian Ade Permana
  1. Wisata Alam
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA