1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Purbalingga juga punya kampung pelangi lho

"... mirip seperti Kampung Warna Jodipan dan Kampung Pelangi di Malang."

Kampung Pelangi Purbalingga. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Sabtu, 23 September 2017 15:17

Merdeka.com, Jawa Tengah - Kampung wisata dengan gambar unik dan cat berwarna-warni rupanya sedang naik daun akhir-akhir ini. Setelah Kampung Warna-warni di Jodipan, Semarang, warga Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga juga menyulap dinding rumah menjadi lebih cantik dengan aneka ragam gambar.

Kesan pertama saat memasuki gang di Jalan Raya Bobotsari-Pemalang ini adalah warna dinding rumah yang tampak ngejreng. Payung yang tergantung di atap rumah serta loket dan beberapa pemuda menyambut ketika memasuki gang yang berjarak sekitar 11 kilometer dari Alun-alun Purbalingga itu.

Ketika memasuki gang dengan jalan selebar 1,5 meter beberapa pemuda berseragam biru menyambut dengan senyuman. Mereka langsung mendampingi pengunjung yang sengaja mampir.

Pengaggas Kampung Warna ini, Dona Wahyuni de Fretes menuturkan, sejak bulan Agustus 2017 lalu, kampung RT 01,02 dan 03 RW 08 Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari Purbalingga ini berubah menjadi lebih cantik.

"Awalnya ya waktu lomba Agustusan. Saya usul untuk mengecat setiap rumah, mirip seperti Kampung Warna Jodipan dan Kampung Pelangi di Malang," ujar Dona yang mengaku terinspirasi dua desa tersebut, Sabtu (23/9).

Semakin masuk ke dalam, kecantikan kampung ini semakin nampak. Sebagian besar didominasi warna-warna cat yang kontras, lukisan, hingga seni mural menghiasi gapura bahkan sudut-sudut rumah yang berada di jalan tersebut.

Ada tokoh kartun Doraemon dan teman-temannya, The Minions, Hello Kitty, pahlawan super seperti Batman, Ratu Pantai Selatan hingga lukisan Monalisa yang memegang gadget untuk berfoto.

Di setiap kelokan gang juga terdapat papan yang bertuliskan kalimat-kalimat imbauan untuk menjaga kebersihan. Para pemuda yang mengelola kampung wisata ini juga menyediakan spot khusus berfoto seperti lorong warna, gambar tiga dimensi, gubuk asmoro dan gardu kampung warna.

"Hampir setiap sepekan sekali selalu ada gambar baru. Sekarang malah tidak terhitung lagi jumlah lukisan dan gambar yang digarap para pemuda," kata dia.

Dari penuturan Ketua RT 01 RW 08, Purnomo, tak banyak yang menyangka jika awalnya, perkampungan di Kota Dagang Bobotsari ini nampak kumuh. Bahkan warga sering membuang sampah di sungai.

"Tapi sekarang sudah ramai, itu bagus untuk kegiatan pemuda di sini. Kami mendukung, asalkan positif," katanya.

Meski baru dibuka selama dua bulan, Kampung Warna Bobotsari ternyata sudah dikunjungi oleh 6.000 orang. Setiap akhir pekan dan libur panjang, jumlah pengunjung bisa mencapai 500 orang.

(I)
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA