1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Obor dan takir penuhi Kota Lama Banyumas

" ... agar kita selalu menata pikir, supaya nantinya ke depan kehidupan kita lebih baik dari pada hari ini."

Para peserta Festival Takir Suran membawa obor saat arak-arakan tenong berisi takir pawai di komplek Alun-alun Kecamatan Banyumas, Sentra Budaya Kota Lama Banyumas, Sabtu (7/10). . ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Minggu, 08 Oktober 2017 18:53

Merdeka.com, Jawa Tengah - Ribuan warga di sekitar komplek Kota Lama Banyumas tumpah ruah di Alun-alun Kecamatan Sabtu, (7/10) malam. Mereka menyaksikan pawai obor dan tenong dalam rangka Festival Takir yang digelar dalam rangka peringatan datangnya bulan Sura.

Tak seperti hiburan pada umumnya seperti konser dangdut atau band yang biasa digelar di kawasan itu, warga dibuat penasaran dengan atraksi budaya tersebut. Agenda yang digarap oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) dan disokong tokoh masyarakat seni dan budaya setempat ini berlangsung meriah.

Seniman Banyumas, Sukrisman Wiraatmaja, menuturkan, sejak tahun 2015 lalu, festival ini menggantikan larung sesaji yang biasa digelar untuk memperingati datangnya bulan Sura. Tradisi sedekah bumi ini dikemas dalam bentuk Festival Takir.

"Tahun ini dikemas dengan pawai obor dan tenong. Jadi lebih meriah," katanya.

Dia menuturkan, selain sebagai cara untuk melestarikan atau nguri-nguri kebudayaan leluhur, sedekah bumi yang dikemas dengan ajang Festival Takir tersebut menjadi sarat akan makna.

Takir, yang dikemas dalam tenong diarak oleh rombongan pembawa obor dari perwakilan kecamatan, sekolah dan desa di sekitar Kecamatan Banyumas. Kata takir sendiri yaitu berasal dari singkatan "nata pikir". Tujuannya untuk memikirkan kehidupan yang lebih baik.

"Yang artinya, agar kita selalu menata pikir, supaya nantinya ke depan kehidupan kita lebih baik dari pada hari ini," jelasnya.

Peserta festival ini berjumlah 96 kelompok. Setelah arak-arakan, takir dimakan bersama dengan pengunjung dan penonton pawai tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko mengatakan, festival tersebut merupakan upaya untuk menggenjot promosi wisata Kota Lama Banyumas. Oleh karena itu, pihaknya berusaha menghidupkan suasana atraksi seni budaya di kawasan tersebut.

"Kan sudah ditetapkan sebagai Sentra Budaya. Jadi perlu semakin banyak gelaran atraksi seperti ini," katanya.

(I)
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA