1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Menteri Keuangan tantang Kepala Desa Ponggok tidak terima dana desa

" ... saya berterimakasih kepada desa-desa yang menggunakan Dana Desa dengan sangat baik."

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Kamis, 24 Agustus 2017 10:16

Merdeka.com, Jawa Tengah - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menantang Kepala Desa Ponggok saat melakukan lawatan kerja di desa wisata tersebut, Rabu (23/8) sore. Selain itu, dia juga mengingatkan desa-desa yang maju dan mandiri mengelola Dana Desa agar tidak tergoda korupsi.

Sebelum mengungkapkan tantangannya, Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa penyakit korupsi sekarang ini ada di mana-mana. Dengan gelontoran Dana Desa ratusan juta rupiah per tahun, tak menutup kemungkinan Kepala Desa (Kades) tergoda menyelewengkannya.

Pesan tersebut dia sampaikan saat acara "Diseminasi dan Sharing Session Optimalisasi Dana Desa dalam Mendukung Pemberdayaan Masyarakat dan Perekonomian Desa" di Balai Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Rabu (23/8) sore.

"Saya sangat sedih jika ada Kades ditangkap gara-gara korupsi Dana Desa. Karena penyakit korupsi itu ada di mana- mana. Setiap hari manusia dihinggapi oleh rasa tamak. Itulah jahatnya korupsi. Tapi saya berterimakasih kepada desa-desa yang menggunakan Dana Desa dengan sangat baik," pesan Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan Dana Desa pada 2015 dan 2016 masing-masing Rp 20,8 triliun dan Rp 46,9 triliun. Kemudian tahun ini mengalokasikan Rp 60 triliun dari total transfer Rp 701,1 triliun untuk ke daerah. Pembagian dana ke 74.754 desa itu jumlahnya berbeda-beda, diukur berdasarkan kemampuan masing-masing pemerintah desa.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut, desa-desa yang sudah maju dan memiliki Pendapatan Asli Desa yang besar seperti Ponggok memang mendapatkan porsi yang lebih kecil.

Sedangkan desa yang mayoritas masyarakatnya berada di garis kemiskinan akan mendapatkan porsi yang berbeda dan lebih besar. Formula itu bertujuan mengurangi ketimpangan antara desa satu dengan desa lainnya.

"Kita menginginkan kemiskinan di bumi Republik Indonesia hilang. Buktinya di Ponggok. Sehingga harus ada platform prioritas yang jelas tersusun dalam RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa). Jangan sampai desa-desa yang maju seperti Ponggok justru kebingungan dalam menggunakan anggarannya. Namun saya senang dan bangga terhadap BUMDes Ponggok yang impresif. Ada bagusnya Pak Kades dan Direktur BUMDes-nya bilang ke saya enggak terima Dana Desa karena uangnya sudah banyak," papar Sri Mulyani.

 

(I) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Pariwisata
  2. Dana desa
  3. Desa Wisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA