1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Mari menikmati bulan April dengan berkunjung ke Museum Kartini Rembang

“Museum yang dulu ditempati Kartini bersama suaminya, Djojo Adiningrat, merupakan saksi bisu.”

Seorang pengunjung menikmati uiran yang terletak di Museum Kartini, Rembang.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Rabu, 05 April 2017 12:59

Merdeka.com, Jawa Tengah - April merupakan bulannya Kartini. Jika kebetulan melintasi Rembang, salah satu kota kecil yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur jangan lupa mampir ke museum yang mengenang sosok pejuang wanita Indonesia tersebut.

Rembang merupakan kota terakhir Kartini yang di singgahi RA Kartini untuk menghabiskan sisa hidupnya. Kini, nuansa perjuangannya secara apik dipampang dan dipamerkan di Museum RA Kartini Rembang yang terletak di jalan Gatot Subroto No. 8 Rembang

"Mulanya ini merupakan rumah dinas Bupati Rembang,” jelas Diah Ayu Febrianti (23) staf Museum Kartini saat ditemui, Rabu (5/4).

Febrianti juga menjelaskan bahwa di tempat inilah, Kartini menuliskan ide-idenya untuk memajukan kaum wanita Indonesia. “Museum yang dulu ditempati Kartini bersama suaminya, Djojo Adiningrat, merupakan saksi bisu,” katanya.

Di tempat ini pula, lanjut Febrianti yang memandu pengunjung, Kartini beliau melahirkan putra semata wayangnya Raden Mas Sulalit. Febrianti menjelaskan berbagai koleksi museum ini, mulai foto Kartini, di bagian dalam pendopo, di depan ruangan museum Kartini.

Berbeda dengan museum lain pada umumnya, museum Kartini di Rembang memiliki kelebihan tersendiri, karena benda-benda bersejarah menceritakan dirinya sendiri bagaimana keterkaitannya dengan Kartini.

Karena bangunan yang didominasi warna hijau putih ini menyimpan koleksi barang pribadi milik RA Kartini, seperti tempat tidur, bathup pribadi, tempat jamu, meja makan, mesin jahit, lesung, cermin rias dan juga meja untuk merawat bayi.

Di sana juga terdapat ruang yang berisi berbagai karya dari pahlawan nasional itu, di antaranya adalah buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”, tulisan tangan surat-surat RA. Kartini yang dikirimkan ke teman-temannya di luar negeri dan lukisan karyanya serta foto-foto dirinya beserta keluarga semasa ia hidup.

Di sebelah timur museum terdapat gedung sekolah wanita yang didirikan oleh Kartini untuk mengajar rakyat pribumi. Berkat kegigihannya, Kartini mampu mendirikan sekolah wanita di beberapa daerah dengan nama Sekolah Kartini.

Jadi, kata Febrianti jika mengunjungi Museum Kartini, pengunjung seakan datang ke rumah Kartini sendiri. Yang membedakannya hanya waktu dan tiadanya kehadiran sosok Kartini. “Museum Kartini Rembang juga memiliki koleksi pustaka yang terbilang lengkap,” katanya.

Pustaka tersebut antara lain surat koleksi surat-surat Kartini yang dalam bentuk tulisan asli beliau, koleksi lukisan yang sangat lengkap, serta silsilah keturunan Kartini yang sangat lengkap dan begitu mudah dipahami oleh para pengunjung, semuanya tertata rapi dan dalam kondisi yang utuh.

Febrianti mengatakan rumah yang kini dijadikan sebagai Museum RA Kartini Rembang itu menyimpan bukti sejarah berupa peninggalan tempat tinggal beserta isinya. Di Indonesia, ada dua museum RA Kartini, yaitu di Jepara dan di Rembang.

“Untuk yang di Jepara lebih bercerita pada masa Kartini sebelum menikah, sedangkan di Rembang bercerita tentang masa Kartini setelah menikah dan menghabiskan sisa hidupnya,” katanya.

Sayangnya, kata Febrianti di hari biasa museum ini tidak terlalu banyak pengunjung yang datang. Namun, setiap April museum ini ramai pengunjung tak hanya dari daerah Rembang, tetapi dari berbagai kota juga dari luar negeri.

“Kalau Bulan April, pengunjung di museum ini melonjak drastis, hampir 100 persen dari bulan-bulan biasanya”, jelas Febrianti. (Mam)

(I)
  1. Hari Kartini
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA