1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Malaysia masih dominasi daftar wisman di Solo

" ... memberikan kontribusi 83,92 persen terhadap total wisman yang datang."

Sepur Kluthuk, salah satu daya tarik wisata di Kota Solo.. ©2017 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Rabu, 06 September 2017 21:02

Merdeka.com, Jawa Tengah - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Kota Surakarta pada Juli 2017 masih didominasi asal negeri Jiran. Bahkan jumlah turis dari Malaysia itu memberikan kontribusi lebih dari 80 persen dari total wisman yang datang melalui pintu masuk bandara internasional Adi Soemarmo Solo.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, R Bagus Rahmat Susanto mengatakan, jumlah kunjungan wisman terbanyak pada bulan Juli berasal dari Malaysia berjumlah 522 orang dari total 622 wisman. Disusul wisman asal Yaman sebanyak 7 orang, serta Thailand, Australia, dan Brunei Darussalam masing-masing 6 orang.

Sedangkan di bulan Juni sebelumnya, turis dari Malaysia juga masih menyumbang wisman terbanyak 302 orang dari total 455 wisman. Adapun total wisman pada Juli 2016 sebanyak 384 orang atau secara year to year (yoy), sambungnya, naik 61,98 persen pada periode serupa 2017.

"Berdasarkan catatan dari pintu masuk Bandara Adi Soemarmo, jumlah wisman di Juli (622 orang) mengalami kenaikan sebesar 36,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 455 orang. Wisman dari Malaysia masih yang terbanyak atau memberikan kontribusi 83,92 persen terhadap total wisman yang datang. Peningkatan ini menunjukkan bahwa Kota Solo ternyata memiliki potensi yang cukup tinggi," kata Bagus, Rabu (6/9).

Mengingat capaian tersebut, Daryono, Ketua Associations of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Solo menanggapi positif. Ia menilai, peningkatan signifikan wisman secara yoy membuktikan hasil dari promosi pemerintah maupun stakeholder terkait Salah satunya keterlibatan Pemerintah Kota Solo pada ajang Matta Fair pada 2016 di Malaysia yang mampu mendongkrak turis dari Malaysia.

"Ya kita enggak boleh berpuas diri. Pasalnya, mempertahankan apa yang mereka suka itu susah-susah gampang. Untuk target September - Oktober tentu juga ada peningkatan karena ada kegiatan international conference. (Jumlahnya?) Bertahan atau sama dengan yang Juli saja sudah bagus," kata Daryono.

(I) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA