1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Kunjungan wisatawan ke desa wisata Purbalingga merosot tajam

"Itu tidak akan lama, paling bertahan hanya 3 tahun. Tren wisata yang dicari wisatawan saat ini adalah yang memiliki keunikan dan interaktif."

©2017 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Jum'at, 24 November 2017 09:09

Merdeka.com, Jawa Tengah - Sejumlah pegiat desa wisata di Purbalingga mengeluhkan jumlah pengunjung yang terus menurun tahun ini. Kondisi ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ardi Mandala Giri Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Yanto Supardi, menyebutkan, sejak awal tahun hingga saat ini, jumlah pengunjung hanya berkisar rata-rata 3.000 orang per bulan. Padahal tahun lalu wisatawan yang datang bisa mencapai belasan ribu pengunjung per bulan.

"Sebelumnya kami memang sudah diingatkan untuk menggarap aktivitas lain selain spot selfie. Tapi, karena belum tergarap serius, tahun ini pengunjung di desa kami mulai merosot tajam," ujarnya, kemarin.

Yanto menuturkan, pengembangan wahana yang tersedia di desa juga berjalan lamban. Akibatnya, muncul rasa bosan di kalangan wisatawan yang ingin berkunjung.

Meski demikian, kata Yanto, masih ada potensi lainnya yang masih bisa digarap di desanya. Di antaranya kelompok seni budaya yang jumlahnya mencapai belasan, serta beberapa situs sejarah. Aktivitas lainnya seperti telusur sungai dan jelajah alam juga masih bisa dikembangkan.

"Masih ada potensi wisata budaya dan sejarah. Tapi kami kurang mendapat dukungan pemerintah desa. Jadi ya, kami berjalan apa adanya. Nah ini bagaimana solusinya," ucapnya.

Direktur Perusahaan Daerah Objek Wisata Air Bojongsari, Hartono mengatakan, perkembangan jumlah desa wisata di Purbalingga sebenarnya sangat mencolok. Dalam waktu singkat, lebih dari 18 desa wisata menjamur.

Hartono yang juga konsultan pariwisata ini mengingatkan, desa-desa tersebut bisa saja tumbang karena hanya mengandalkan titik berfoto atau pemandangan alam saja.

"Itu tidak akan lama, paling bertahan hanya 3 tahun. Tren wisata yang dicari wisatawan saat ini adalah yang memiliki keunikan dan interaktif. Bisa memegang dan merasakan. Misal taman bunga, bisa memegang bunga, belajar menanam dan merawat bunga," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinporapar Purbalingga, Mulyanto mengungkapkan, kunjungan wisatawan di beberapa desa wisata tercatat mencapai 470 ribu orang hingga bulan Oktober 2017. Jumlah paling banyak disumbang Desa Wisata Serang pada libur Lebaran lalu.

"Tahun ini Purbalingga mengembangkan enam desa wisata. Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari. Desa Bokol, Kecamatan Kemangkon, Desa Kaliori, Kecamatan Karanganyar, Desa Gunung Wuled di Kecamatan Rembang dan Desa Bantarbarang," katanya

(I)
  1. Pariwisata
  2. Desa Wisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA