1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Ini penyebab perkembangan wisata Banyumas jalan di tempat

"Jumlah itu hanya sebesar 1,1 persen dari total kontribusi pariwisata nasional."

©2017 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Jum'at, 27 Oktober 2017 19:21

Merdeka.com, Jawa Tengah - Tim ahli Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten (Ripparkab) Banyumas, mengungkapkan sejumlah kendala yang menghambat perkembangan sektor pariwisata. Setidaknya ada empat poin penting yang harus menjadi perhatian.

Anggota Tim Ahli Ripparkab dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Rahab mengatakan, persoalan yang dihadapi yaitu kurangnya promosi wisata, rendahnya jumlah wisatawan asing, lama tinggal, kurangnya aksesbilitas.

Selain itu kurangnya sarana prasarana di objek wisata. Masalah lainnya yakni, rendahnya produk jasa usaha wisata, rendahnya kualitas sumber daya manusia serta belum optimalnya pengembangan kemitraan antar pelaku wisata.

"Faktanya demikian, tahun 2015 lalu, sektor ini hanya menyumbang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyumas sebesar Rp 450 miliar. Jumlah itu hanya sebesar 1,1 persen dari total kontribusi pariwisata nasional. Selain itu, Lama tinggal wisatawan juga rendah, hanya berkisar 1,6 hari di tahun 2015," ujar Rahab, ketika dihubungi, Jumat (27/10).

Menurut dia, potensi wisata di Banyumas sebenarnya sangat banyak yang masih bisa dikembangkan. Pengembangan ini membutuhkan sentuhan kreatif. Misalnya dengan wisata minat khusus atau edukasi seperti jalan-jalan ke kampung, belajar membajak sawah, belajar membatik atau kerajinan lainnya. Dari sisi destinasi juga cukup melimpah. Akan tetapi pengembangannya belum maksimal.

"Mungkin saja ini karena belum optimalnya pengembangan kemitraan dengan pelaku wisata, rendahnya kuantitas dan kualitas produk, sumber daya manusia maupun jasa pariwisata, serta kurangnya sarana dan prasarana dan daya tarik wisata," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II BPC PHRI Banyumas, Is Heru Permana mengatakan, selain masalah tersebut, Pemkab juga harus lebih tegas mengontrol terhadap investor terutama di bidang perhotelan. Sebab, jika terlalu mudah mengeluarkan izin usaha, hal itu akan berdampak pada diabaikannya kualitas pelayanan.

"Dari sekitar 300 hotel di Banyumas baru ada tiga yang bersertifikat. Ini kan berdampak terhadap tingkat kepercayaan wisatawan," kata dia.

Selain itu, sambung dia, kerajinan Banyumas juga perlu diangkat dalam bentuk suvenir. Pasalnya, cinderamata ini yang akan mengangkat citra pariwisata suatu daerah. Menurut dia, selain kuliner khas, Banyumas tidak memiliki cinderamata khas daerah yang bisa digunakan untuk oleh-oleh.

(I)
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA