1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Ini dia, desa eksotis di sebelah Candi Prambanan yang miliki candi kembar

"Festival Candi Kembar kali kedua bakal berlangsung Jumat - Minggu (1-3/9) mendatang di sebelah timur kompleks Candi Plaosan."

Candi Plaosan. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Rabu, 30 Agustus 2017 19:06

Merdeka.com, Jawa Tengah - Siapa yang tak kenal dengan situs bersejarah Candi Prambanan? Destinasi wisata yang terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Provinsi DIY dan Klaten Jawa Tengah bukan hanya menjadi magnet bagi wisatawan domestik, namun juga turis asing.

Keberadaan candi yang terkenal dengan legenda Roro Jonggrang itu tentu memantik warga sekitar untuk menawarkan wisata alternatif. Apalagi tak jauh dari Candi Prambanan juga terdapat situs bersejarah yang tak kalah eksotis seperti Candi Plaosan dan Candi Sojiwan yang secara geografis masuk wilayah Kecamatan Prambanan, Klaten.

Salah satunya yang mulai menggeliat ialah Desa Bugisan. Mereka mengangkat Candi Plaosan sebagai ikonnya lantaran telah menjadi spot bagi wisatawan kala menanti momentum matahari terbit dan terbenam. Sehingga tercetus perhelatan Festival Candi Kembar yang mulai diadakan sejak tahun lalu.

Menurut Kepala Desa (Kades) Bugisan, Heru Nugroho, Festival Candi Kembar kali kedua bakal berlangsung Jumat - Minggu (1-3/9) mendatang di sebelah timur kompleks Candi Plaosan. Festival yang menelan anggaran Rp 235 juta itu merupakan salah satu bukti keseriusan desanya menjadi desa wisata dengan dukungan Pemkab Klaten.

Selain agenda tahunan Festival Candi Kembar, pihaknya juga menawarkan konsep wisata berbasis seni budaya. Pasalnya Desa Bugisan juga memiliki kesenian tradisional seperti karawitan, srandul, hingga gejok lesung.

"Candi Plaosan tentunya menjadi ikon Desa Bugisan. Potensi itu akan kita kemas dengan potensi kuliner dan kesenian tradisional melalui paket wisata jelajah desa. Wisatawan akan kita ajak langsung melihat proses pembuatan emping (melinjo), tahu, dan batu bata. Lalu juga kita siapkan kuliner tradisional sekaligus bisa menikmati eksotisme candi kembar Plaosan di gazebo yang kita bangun di sisi timur candi," ujar Kades Heru Nugroho.

Semangat serupa juga melanda Desa Kebondalem Kidul. Jika Desa Bugisan memiliki Festival Candi Kembar, desa yang terletak diantara Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko ini mempunyai hajatan tahunan Festival Candi Sojiwan yang telah berlangsung tiga kali. Bahkan Desa Kebondalem Kidul telah menasbihkan diri sebagai desa wisata sejak 2008.

"Kita menawarkan wisata budaya. Maka Festival akan terus dipertahankan untuk mengembangkan pariwisata di sekitar Candi Sojiwan. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat proses pembuatan batik tulis motif khas Sojiwan, termasuk bermalam di homestay yang telah kita sediakan. Harapannya Desa Kebondalem Kidul menjadi rujukan wisata di wilayah barat Kabupaten Klaten dan tentunya meningkatkan Pendapatan Asli Desa serta kesejahteraan masyarakat," kata Kades Kebondalem Kidul Bagus Sudarwanto.

(I) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA