1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Ingin menikmati bioskop 3D di Pesawat? Datang saja ke pemancingan ini

"Segmentasi wahana ini 80 persen anak-anak. Kalau rombongan sekolah ada diskon tiket 15 persen."

Pesawat Boeing 737 seri 200 yang jadi ikon wisata pemancingan Taman Air, Klaten.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Kamis, 29 Desember 2016 21:35

Merdeka.com, Jawa Tengah - Memanfaatkan bangkai pesawat Boeing 737 seri 200, Pemancingan 1000 Taman Air di kawasan wisata kuliner Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Klaten menawarkan liburan edukasi bagi anak. Tidak hanya untuk berfoto, kabin pesawat buatan tahun 1984 itu disulap menjadi studio teater alam dan tiga dimensi (3D).

Konsultan Pengembangan Taman Air Group, Heri Prasetya mengatakan, bekas pesawat komersial yang dibeli dari salah satu maskapai penerbangan swasta di Jakarta itu sengaja didatangkan Oktober 2016 lalu untuk menjadi ikon wisata. Sebab, sejak tahun 2000, kawasan wisata kuliner Janti mengalami mati suri.

"Setiap wahana wisata harus ada ikon. Karena Janti terkenal ikannya, pesawat-pesawat yang sudah grounded alias tidak diperbolehkan terbang karena sudah melampaui jam terbang inilah yang kita tonjolkan sebagai ikon," kata dia, Kamis (29/12).

Sebelum naik ke badan pesawat, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 20 ribu agar bisa mengajak anaknya berfoto. Pasalnya, di dalam Bandara Nilasari itu terdapat kostum beragam profesi yang bisa digunakan untuk berfoto di ruang kemudi (kokpit) pesawat yang memilik panjang 34 meter dan lebar sayap 28 meter tersebut.

Sementara bagi anak yang ingin merasakan sensasi menonton bioskop berdurasi antara 10-15 menit di badan pesawat, lanjut dia, bisa memilih wahana teater alam atau film 3D. Di dalam wahana teater alam tersedia 66 kursi dengan membeli tiket Rp 10 ribu. Sedangkan di studio film 3D berkapasitas 36 kursi, cukup membayar Rp 20 ribu per anak.

"Segmentasi wahana ini 80 persen anak-anak. Kalau rombongan sekolah ada diskon tiket 15 persen. Ada berbagai kostum profesi seperti pilot, tentara, dan dokter. Jadi enggak hanya sekadar berfoto di kokpit, namun bertujuan merangsang anak untuk bercita-cita tinggi. Sedangkan di badan pesawat menyajikan film-film tentang tempat wisata, dunia hewan, dan lainnya yang mengedukasi anak," urai Heri.

Ditambahkan, pasca soft opening pada 10 Desember lalu, jumlah kenaikan pengunjung melonjak hingga 70 persen dibandingkan sebelumnya. Pemancingan milik Haji Nurmiyanto itu berharap, ikon baru pesawat bisa memberikan dampak ke warga sekitar.

"Setiap hari biasa ada sekitar 3.000 pengunjung, sedangkan akhir pekan mencapai 10 ribuan orang. Grand opening akhir Maret 2017 nanti. Ini kita masih jalan pembangunan wahana monorail, akuarium raksasa, dan kolam renang," tambah Heri.

Sementara, salah seorang pengunjung, Ari Nugroho (38) warga Perumahan RC Ngringo, Palur, Kabupaten Karanganyar mengaku sengaja datang lantaran penasaran dengan bangkai pesawat tersebut. Bersama keluarganya, dia tak melewatkan putranya Azam (3) untuk berfoto mengenakan kostum pilot.

"Pakai baju pilot. Tapi cita-citanya (Azam) ingin jadi masinis," ucapnya.

(I)
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA