1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Indonesia bakal dipayungi dari Solo

" ... akhir-akhir ini terjadi berbagai ancaman bertoleransi. Jadi, kami ingin merajut rasa persatuan bangsa dan berteduh lewat festival payung."

Ilustrasi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Jum'at, 08 September 2017 14:01

Merdeka.com, Jawa Tengah - Ratusan karya payung rajut dari berbagai kabupaten dan kota di nusantara bakal memeriahkan Festival Payung Indonesia 2017. Ajang eksplorasi payung sebagai karya seni ini akan berlangsung di Kota Surakarta pada 15 - 17 September mendatang.

Ketua Pelaksana Festival Payung Indonesia 2017, Heru Mataya mengatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya di Taman Balekambang, festival yang menginjak penyelenggaraan ke-4 kalinya ini akan berlangsung di dalam kemegahan kompleks istana bersejarah Pura Mangkunegaran.

"Tahun ini kita mengangkat tema 'Sepayung Indonesia'. Karena Indonesia diberikan anugerah keberagaman yang penuh warna. Namun akhir-akhir ini terjadi berbagai ancaman bertoleransi. Jadi, kami ingin merajut rasa persatuan bangsa dan berteduh lewat festival payung ini," katanya, saat jumpa pers di Prangwedanan, Pura Mangkunegaran, Jumat (8/9).

Anugerah keberagaman tersebut, lanjut Heru, diekspresikan melalui keterlibatan 127 payung rajut dari berbagai kota di Indonesia. Di antaranya, Lhokseumawe, Bali, Medan, Lampung, Tangerang, Jakarta, Makassar, dan kota lainnya. Mereka akan meneduhkan dan merajut kebersamaan di kediaman Sri Paduka Mangkunegara yang berdiri sejak tahun 1757.

Selain pameran payung rajut, pihaknya juga mengundang 6 tokoh maestro tari, yakni Dariah (Banyumas), Ayu Bulantrisna Djelantik (Bali), Rusini (Solo), Retno Maruti (Jakarta), Munasiah Daeng Jinne (Makassar), dan Didik Nini Thowok (Jogja). Mereka akan memberikan inspirasi kepada kaum muda pada 17 September tentang bagaimana berkomitmen untuk terus berkarya.

"Nantinya juga ada workshop dan pameran payung khas dari Thailand. Karena di sana ada Bo Sang Umbrella Festival yang sudah berlangsung 45 tahun. Harapannya, Sepayung Indonesia di masa yang akan datang meningkat menjadi Sepayung ASEAN," imbuh Heru Mataya.

Sementara itu, perwakilan dari Mangkunegaran, Didik Wahyudiono mengatakan, sebagai tuan rumah pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan Festival Payung Indonesia. Ia berharap, acara tersebut bisa semakin mengenalkan Pura Mangkunegaran serta Kota Solo di mata dunia.

"Harapannya tentu bisa mendongkrak wisatawan mancanegara untuk datang ke Kota Solo. Sehingga festival ini bisa sejajar dengan festival payung di Thailand yang sudah lebih dulu dikenal," kata dia.

(I) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA