1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Harta karun arkeologi Banjarejo tak kalah dari Sangiran

"Saat akan membuat sumur untuk ladang jagung, tiba-tiba ada tulang besar."

Aktivitas penggalian fosil gajah Banjarejo,. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Rabu, 02 Agustus 2017 17:53

Merdeka.com, Jawa Tengah - Penemuan fosil utuh gajah purba di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan menginspirasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengembangkan wisata arkeologi.

Menurutnya, kekayaan arkeologi di Desa Banjarejo tak kalah dengan yang dipunyai Sangiran di Sragen.

"Sungguh, ini harta karun yang luar biasa, jika terus digali ada pengetahuan yang akan diperoleh masyarakat luas," jelas Ganjar, Rabu (2/8) saat meninjau lokasi penggalian fosil gajah purba atau stegodon.

Dia pun menyakini dengan potensi arkeologi di Desa Banjarejo maka para peneliti akan berdatangan untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam tentang kehidupan zaman purba.

Ganjar berharap agar pembangunan dan pengembangan Desa Wisata Arkeologi Banjarejo dilakukan maksimal. "Kalau untuk arsitek jangan yang abal-abal, bagus sekalian biar penataan landskap bagus dan tidak mengganggu lahan pertanian," cetusnya.

Selain itu, dia juga meminta agar kesadaran masyarakat terus ditingkatkan dalam upaya penyelamatan benda purbakala. Selama ini benda purbakala yang ditemukan dikumpulkan di rumah Kepala Desa Banjarejo, Ahmad Taufik.

"Kan juga diperkirakan desa ini bekas laut, karena sebelumnya juga ditemukan gigi hiu. Ada juga fosil banteng, dan binatang-binatang lain," kata Ganjar. Kekayaan arkeologi tersebut menurutnya pantas untuk diteliti.

Sementara pemilik lahan penemuan fosil gajah purba, Rusdi mengungkapkan dirinya rela tanahnya dijadikan lahan penelitian. "Tanah saya untuk penelitian tidak masalah, asal ada ganti untuk saya," ungkapnya.

Dia bercerita penemuan fosil tersebut terjadi sebelum bulan puasa tahun ini. "Saat akan membuat sumur untuk ladang jagung, tiba-tiba ada tulang besar. Saya pun melapor ke perangkat desa," jelasnya. Saat itu, kedalaman pembuatan sumur baru sekitar satu meter.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengungkapkan alokasi dana untuk pengembangan kawasan wisata arkeologi Desa Banjarejo mencapai Rp 8 miliar. "Nanti dilakukan bertahap, saat ini fokus pada infrastruktur. Nanti selanjutnya ke sarana dan prasarana," terangnya.

(I) Laporan: Dian Ade Permana
  1. Pariwisata
  2. Grobogan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA