1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Hanya 2.650 pendaki yang diizinkan ke puncak Merapi di HUT RI 72

"Demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan, para pendaki wajib melakukan registrasi dan pelaporan pendakian di Basecamp Barameru."

Ilustrasi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Kamis, 10 Agustus 2017 14:07

Merdeka.com, Jawa Tengah - Mengantisipasi padatnya jumlah pendaki, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) membatasi kuota pendakian massal pada peringatan HUT Kemerdekaan RI. Sebab, perayaan 17 Agustus biasanya Gunung Merapi diserbu pendaki untuk mengibarkan Merah Putih.

Menurut Kepala Balai TNGM, Ammy Nurwati, terdapat dua jalur pendakian resmi Gunung Merapi, yakni melalui jalur pendakian Selo di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dan melalui jalur pendakian Sapuangin, di Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Berdasarkan evaluasi data pemantauan dan visual oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) per tanggal 4 Agustus, sambung dia, status aktivitas Gunung Merapi saat ini dalam tingkat aktif normal. Selain itu, tidak terdapat indikasi adanya peningkatan aktivitas di luar radius 2 Km dari puncak Merapi yang dapat mengancam keselamatan manusia.

"Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, batas pendakian Gunung Merapi hanya sampai ke Pasar Bubrah. Hal itu mengingat kondisi morfologi puncak Merapi yang tidak aman untuk beraktivitas dan ancaman letusan freatik yang masih mungkin terjadi. Jadi larangan sampai puncak masih berlaku," ujar Ammy, Kamis (10/8).

Mengenai pembatasan kuota pendakian, dia menyebut, untuk pendakian melalui jalur Selo ditetapkan kuota maksimal sebanyak 2.500 orang. Sedangkan di jalur pendakian Sapu Angin sebanyak 150 orang pendaki. Kuota tersebut berlaku selama 3 hari, yakni tanggal 15 hingga 17 Agustus atau 50 pendaki per hari.

"Demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan, para pendaki wajib melakukan registrasi dan pelaporan pendakian di Basecamp Barameru (jalur Selo) dan Basecamp Sapu Angin. Kita juga mengharapkan para pendaki untuk selalu menjaga kebersihan Gunung Merapi dan tidak meninggalkan sampah serta melakukan vandalisme," beber Ammy.

Terpisah, Kepala Resort Kemalang dan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai TNGM, Arif Sulfiantono mengatakan, pembatasan kuota melalui jalur Sapu Angin memang lebih sedikit ketimbang jalur Selo. Pasalnya, medan pendakian lumayan sulit dan daya tampung camping ground di jalur pendakian yang dibuka sejak pertengahan Mei lalu sangat terbatas.

"Tapi kuota 50 pendaki per hari mulai 15 Agustus itu sudah lebih banyak ketimbang kuota hari biasa yang hanya 20 pendaki. Jadi pengamanannya akan kita perketat, karena kalau tidak dibatasi camping ground-nya overload," kata Arif.

(I) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Merapi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA