1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Dua pihak di Jateng ini bergandeng erat tingkatkan kelola wisata

" ... data selama tiga tahun terakhir menunjukkan hampir setiap bulan ada korban jiwa di tempat wisata."

Ilustrasi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 05 Juni 2017 13:25

Merdeka.com, Jawa Tengah - Tingginya kerawanan bencana di tempat wisata mendorong Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah. Tujuannya, untuk memperkecil jatuhnya korban saat berwisata.

Kepala Basarnas Jateng, Agus Haryono mengungkapkan data selama tiga tahun terakhir menunjukkan hampir setiap bulan ada korban jiwa di tempat wisata.

"Kalau per tahun korban sekitar 20 hingga 22 orang," jelasnya di kantor Dinpora Jateng, Senin (5/6) usai penandatanganan MoU.

Menurutnya, kerjasama tersebut sebagai bentuk implementasi UU No.29 Tahun 2014. Lebih lanjut, diharapkan dengan adanya jaminan keamanan maka kunjungan wisatawan akan meningkat.

"Wisatawan datang kan ingin senang, dengan jaminan keamanan pasti mereka merasa aman dan nyaman sehingga menjadi media promosi juga," ucap Agus.

Dia mengakui tidak semua tempat wisata memiliki tim SAR. Maka yang harus dilakukan adalah membangun unit-unit tanggap bencana sekaligus memberi dukungan untuk peningkatan kapasitas, pencarian, dan pertolongan korban.

"Selain itu juga meningkatkan kesadaran pelaku usaha agar membentuk tim rescue. Basarnas siap memberikan pendampingan," tegasnya.

Pembentukan unit SAR ini bertujuan agar pertolongan kepada korban bisa dilakukan segera setelah kejadian. Agus mengungkapkan jika bergantung pada Basarnas dikhawatirkan tidak bisa menyelamatkan korban karena faktor jarak.

"Kalau korban di air itu kan hanya hitungan menit. Apalagi di Jawa Tengah itu kecelakaan di tempat wisata kebanyakan terjadi di lokasi air, seperti pantai dan sungai untuk arung jeram," kata Agus. Pantai yang banyak menelan korban ada di daerah Cilacap, Kebumen, Jepara, dan Tegal.

Sementara Kepala Dinpora Jateng, Urip Sihabudin berharap agar wisatawan mematuhi rambu dan imbauan dari petugas yang berjaga. "Petugas juga harus tegas kepada wisatawan, jika sudah melanggar harus ditegur sebagai langkah antisipasi," ucapnya.

(I) Laporan: Dian Ade Permana
  1. Pariwisata
  2. Agenda Wisata 2017
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA