1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Dikukuhkan, Matra siap jaga Borobudur

“Tak hanya di Candi Borobudur, kegiatan Matra ke depan juga akan diselenggarakan di pusat pusat kebudayaan lain...."

Candi Borobudur. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Minggu, 30 Juli 2017 08:54

Merdeka.com, Jawa Tengah - Untuk tetap menjaga ketahanan budaya dan adat istiadat di sekitar komplek Candi Borobudur, Perhimpunan Masyarakat Adat Nusantara (Matra) mendeklarasikan diri sekaligus membentuk kepengurusan pusat organisasi di sela ajang Borobudur International Festival (BIF) tahun 2017, kemarin.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Matra, KPH SP Rheindra Jais Wiroyudho Alam Syah, menyatakan pendeklarasian Matra sendiri bukan hanya dikarenakan Candi Borobudur merupakan ikon tempat peribadatan umat Agama Buddha, namun lebih dilatarbelakangi oleh faktor bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu pusat keagungan budaya nusantara yang telah mendunia.

“Tak hanya di Candi Borobudur, kegiatan Matra ke depan juga akan diselenggarakan di pusat pusat kebudayaan lain seperti Candi Prambanan, Benteng Sumbouko, kraton, dan sebagainya,” jelasnya.

Dalam mekanisme kinerjanya, ia menambahkan bahwa Matra tidak akan memunculkan aroma persaingan dengan forum atau asosiasi keraton lain di Indonesia. Namun lebih difokuskan pada upaya menjaga kelestarian adat sebuah lokasi.

Pasalnya, Matra sejatinya adalah wadah perkumpulan masyarakat umum dari segala lapisan, meski sebagai wujud rasa hormat mereka tetap menempatkan para raja, datu, sultan, pemangku adat, dan para ratu sebagai dewan penasihat dan dewan pakar organisasi.

“Jadi salah kalau Matra dianggap sebagai perkumpulan para raja atau keraton,” imbuhnya.

Sementara itu, Dewan Pengawas Matra I Maddusila Daeng Mannyonri Katangka Sultan Alauddin II menambahkan, latar belakang pendeklarasian Matra sendiri dikarenakan Candi Borobudur merupakan sebuah warisan yang dimiliki Indonesia, bahkan masuk ke dalam 10 keajaiban dunia.

“Candi Borobudur memiliki nilai sejarah atau historis tinggi, tugas kita adalah menjaga kelestariannya,” pungkasnya.

(I) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Pariwisata
  2. Candi Borobudur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA