1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Dikelola BUMDes Bersama, river tubing Sawit yang pertama di Boyolali

"...river tubing Sawit ini merupakan destinasi wisata pertama di Boyolali. Kalau bukan kita yang menjaga kebersihan sungainya, siapa lagi,"

Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat menjajal wisata river tubing di aliran Sungai Sawit, Boyolali. ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Senin, 19 Juni 2017 12:00

Merdeka.com, Jawa Tengah - Pemerintah Kecamatan Sawit, Boyolali berencana mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama untuk mengelola potensi wisata alam berbasis air. Hal itu menyusul Grand Launching wisata Susur Sungai Sawit oleh Wakil Bupati Boyolali M. Said Hidayat, Minggu (19/6) sore.

Camat Sawit Dwi Sundarto mengatakan, dari total luas wilayah Sawit yang mencapai 1.700 hektare, ada sekitar 1.200 hektare yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian hingga perikanan. Tak heran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menetapkan Sawit sebagai Kawasan Pertanian Berkelanjutan.

"Karena RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) enggak mungkin beralih, kita mencoba menggali potensi wisata apa yang kira- kira cocok diangkat di Sawit. Setelah keliling- keliling, ternyata ada potensi alam berupa Bendung Sungai Baran dan Kali Gandul yang bisa digarap sebagai destinasi wisata baru di Boyolali," kata dia.

Sebelum dikenalkan ke publik, Dwi mengaku, menggarap kedua aliran sungai sebagai destinasi wisata Susur Sungai Sawit tak semudah membalikkan tangan. Dibutuhkan waktu lebih dari setengah tahun dengan menggerakkan masyarakat yang didukung unsur relawan, TNI, Polri, hingga BPBD untuk gencar melakukan aksi bersih- bersih sungai.

"Sudah diuji coba beberapa kali dan butuh pembenahan di sana-sini. Untuk Bendung Sungai Baran, baik musim hujan maupun musim kemarau debit airnya stabil. Arus tidak terlalu besar, dan jarak tempuhnya tidak terlalu jauh. Sedangkan Kali Gandul rencananya kita khususkan untuk yang profesional. Tapi bisanya digunakan saat musim penghujan," bebernya.

Dijelaskan, Wisata river tubing Bendung Sungai Baran menempuh jarak sekitar 1,4 kilometer. Membentang dari Desa Jatirejo, Gowa Kajen, Bendosari, dan Desa Karangduren. Bagi yang ingin merasakan sensasinya, dapat mendatangi Kantor Kecamatan Sawit dengan merogoh kocek Rp 50.000 per orang.

"Ke depan pengelolaannya akan melibatkan BUMDes Bersama. Saat ini kita kemas secara paketan di operasional Tim Tangguh (relawan bencana), minimal sekali perjalanan lima orang peserta. Nanti titik kumpulnya di Umbul Tirtomulyo dekat kantor kecamatan, lantas kita antar ke Bendungan Sungai Baran. Lalu kita ajak keliling lagi menikmati panorama desa dan kembali ke Umbul Tirtomulyo untuk bilas," jelas Dwi.

Kepala Desa (Kades) Karangduren, Haryanto menambahkan, selama ini perilaku warga yang selalu membuang sampah ke sungai menjadi salah satu kendala. Mengingat hal itu, pihaknya akan membuat Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur larangan membuang sampah ke sungai dan menyetrum ikan, termasuk sanksinya. Hal itu berdasarkan koordinasi dengan 12 desa yang ada di Kecamatan Sawit yang akan membentuk BUMDes Bersama.

"Kalau memancing ya boleh. Tapi kalau nyetrum kan bisa membunuh ikan dari yang kecil sampai besar sekaligus mematikan siklus kehidupan. Karena kesadaran warga memang masih kurang (buang sampah ke sungai). Kita sudah minta ke Pemkab untuk menyediakan semacam bak sampah truk. Pasalnya, river tubing Sawit ini merupakan destinasi wisata pertama di Boyolali. Kalau bukan kita yang menjaga kebersihan sungainya, siapa lagi," ujar Haryanto.

 

(PU) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Wisata Boyolali
  2. Wisata Air
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA