1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Dengan cara ini warga lereng Muria mensyukuri nikmat Tuhan

" ...dan yang paling penting warga Desa Tempur ini hidup rukun walaupun ada beberapa agama yang dianut oleh warga di sini ..."

Sedekah Bumi. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Minggu, 30 Juli 2017 09:05

Merdeka.com, Jawa Tengah - Sebagai upaya rasa syukur, warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara kembali menyelenggarakan Sedekah Bumi. Acara tahunan tersebut diselenggarakan mulai Kamis (27/7) malam hingga Minggu (30/7) dini hari.

Sejumlah acara ditampilkan dalam acara kebudayaan yang selalu dilaksanakan pada hari Jumat Wage pada bulan Apit dalam penanggalan Jawa tersebut, di antaranya Arak-arakan hasil bumi, pagelaran kesenian tayub dan kesenian ketoprak, pemeran kopi, pengajian umum dan turnamen bola voli.

Wakil Bupati Jepara, Dian Kristiandi yang datang membuka acara Sedekah Bumi Desa Tempur menyebutkan, kegiatan ini merupakan tradisi budaya yang telah turun temurun dilakukan untuk mensyukuri nikmat Tuhan, baik itu berupa pertanian maupun kerukunan warga yang tinggal di desa di lereng Pegunungan Muria tersebut.

"Salah satu ekspresi syukur warga Desa Tempur atas nikmat Tuhan, mensyukuri tanahnya yang subur, dan yang paling penting warga Desa Tempur ini hidup rukun walaupun ada beberapa agama yang dianut oleh warga di sini, Tempur ini miniatur Indonesia," tuturnya di Desa Tempur.

Lebih lanjut, ia menyebutkan, bahwa kegiatan Sedekah Bumi ini juga merupakan salah satu momen budaya yang dapat menarik wisatawan untuk datang berkunjung di Desa Tempur, sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Jepara.

"Nanti kalau wisatawan yang berkunjung ke sini semakin ramai, masyarakat juga akan dapat merasakan manfaat dari sektor ekonomi. Mungkin bisa menyiapkan home stay atau juga menyewakan kuda wisata," sebutnya.

Ia berharap, masyarakat setempat terus menjaga tradisi turun temurun tersebut sebagai salah satu kekayaan budaya yang di miliki Kabupaten Jepara. "Mari kita nguri-uri kabudayan Jawa (mari kita menjaga kebudayaan Jawa)," tambahnya.

(I) Laporan: Jamal Abdun Nashr
  1. Pariwisata
  2. Tradisi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA