1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Dari kota industri, Semarang bergeser menjadi kota wisata

" ... tidak lagi bicara tentang objek wisatanya saja, tetapi sudah meningkat pembahasannya ke kawasan‎ wisatanya."

©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 16 Oktober 2017 20:38

Merdeka.com, Jawa Tengah - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan daya tarik pariwisata di Kota Semarang saat ini menjadi salah satu andalan di Jawa Tengah bahkan Indonesia.

"Sebagai kota industri, perdagangan dan jasa, saat ini kegiatan di Kota Semarang sudah bergeser dari Manufacture Industry ke Tourism Industry, setelah sebelumnya juga bergeser dari Agriculture Industry ke Manufacture Industry," sebut Hendi, sapaannya, Senin (16/10).

Lebih lanjut, menurut Hendi peningkatan sektor pariwisata di Kota Semarang ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah hotel, restoran maupun cafe.

"Pada tahun 2011 lalu jumlah hotel di Kota Semarang hanya 110, sampai saat ini sudah mencapai 301. Begitu juga dengan jumlah cafe dan restoran yang pada 2011 lalu hanya berjumlah 463 restoran, saat ini sudah meningkat tajam menjadi 825," jelasnya.

Selain wisata kontemporer seperti Kampung Pelangi yang kini menjadi wisata baru di Kota Semarang, pihaknya juga mengembangkan wisata alam seperti Kampung Wisata Kandri di kawasan Waduk Jatibarang dan wisata sejarah dengan segudang peninggalan sejarah di Kota Semarang.

"Maka dari itu arah pembangunan pariwisata kita saat ini sudah tidak lagi bicara tentang objek wisatanya saja, tetapi sudah meningkat pembahasannya ke kawasan‎ wisatanya," ucapnya.

Ia berharap, dengan meningkatnya sektor pariwisata di Kota Semarang akan turut membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, terlebih bagi yang bersinggungan langsung dengan objek pariwisata.

"Fokusnya bukan hanya pada mendorong Goa Kreo di sana sebagai daya tarik, tetapi harus lebih luas dengan mendorong kawasan wisatanya, yaitu Desa Kandri sebagai daya tarik, agar secara langsung dapat memberi dampak yang positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar," tambahnya.

(I) Laporan: Jamal Abdun Nashr
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA