1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Biro wisata Malaysia ini akhirnya menginjakkan kaki di tanah Jokowi

"Tentu saja pernah mendengar nama Solo. Tapi belum pernah ke sini."

Kereta Kluthuk. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Rabu, 02 Agustus 2017 10:04

Merdeka.com, Jawa Tengah - Sejumlah peserta Fam Trip Gathering Solo Raya Consortium 2017 (SRC 17) mengaku kali pertama menginjakkan kaki ke Kota Solo.

Mereka penasaran dengan tawaran objek- objek wisata yang hendak dikunjungi selama empat hari, Selasa - Jumat (1 - 4/8), oleh gabungan pelaku biro wisata dan perhotelan Solo Raya tersebut.

Salah satunya General Manager (GM) Gerbang Jaya JD Travel & Tours, Jay Ahmad. Datang dari negeri seberang Malaysia, dia mengaku baru pertama kali berkunjung ke kampung halaman Presiden Joko Widodo ini.

"Tentu saja pernah mendengar nama Solo. Tapi belum pernah ke sini. Kalau bawa pelancong (wisatawan) ke Indonesia kebanyakan ke Jogja dan dan Bali," kata Jay saat ditemui di Megaland Hotel Solo, Rabu (2/8).

Perjalanan kali pertama berkunjung ke Solo serupa juga disampaikan Manajer Kembara Al Hajj Azhar, Azhar. Meski tidak asing dengan kota-kota di Indonesia, Azhar mengaku menghadiri undangan dari SRC 17 agar bisa mendapatkan pengalaman baru menjelajahi potensi wisata di Solo Raya. Ia penasaran terhadap destinasi Museum Batik dan tempat pembuatan jamu di Sukoharjo.

“Antarkan pelancong ke Jakarta, Jogja, dan Lombok sudah pernah. Kalau tempatnya menarik dan layak untuk dijual, rencananya saya akan buat paket wisata baru ke Solo. Paling tidak one day trip," kata Manajer biro perjalanan umrah dan biro wisata asal Negeri Jiran ini.

Sebelumnya, Ketua SRC 17, Djunanto Hutomo mengatakan, peserta Fam Trip Gathering akan diajak berwisata ke Museum Radyapustaka, Museum Purbakala Sangiran, Grojogan Sewu, Candi Sukuh, Kampung Jamu Sukoharjo, dan Kampung Wisata Baki. Selain itu, mereka juga diajak berkeliling Solo menaiki Sepur Klutuk Jaladara.

Pihaknya tidak menargetkan jumlah paket wisata yang terjual selama acara berlangsung. Pasalnya, dibutuhkan waktu cukup lama untuk mengenalkan objek-obje wisata di Soloraya agar dilirik wisatawan mancanegara.

“Seluruh biro wisata yang diundang merupakan biro wisata yang potensial. Ini merupakan langkah awal kami untuk memperkenalkan objek-objek wisata di Solo kepada dunia melalui biro wisata. Enggak bisa instan langsung terjual (paket wisata ditawarkan),” kata Djunanto yang juga Managing Director Wida Tour.

(I) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA