1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Begini laju dunia pariwisata Indonesia menurut ahli

“Dalam sebuah industri pariwisata terdapat syarat yang disebut 4A sehingga destinasi dapat dikatakan siap untuk dikunjungi."

Wisatawan asing menikmati pijat belerang di Pancuran Pitu Baturraden. . ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Sabtu, 13 Mei 2017 12:47

Merdeka.com, Jawa Tengah - Dengan kondisi geografis yang ada, sebenarnya Indonesia mampu berbicara banyak di kancah internasional lewat potensi wisata yang ditawarkan. Baik itu dari sektor kebudayaan, pantai, hingga kawasan pegunungan yang secara tidak langsung mampu mendongkrak sektor ekonomi.

Akan tetapi, tampaknya gambaran tersebut tidak akan terealisasi dalam jangka waktu dekat. Menurut salah seorang pengamat pariwisata Jawa Tengah sekaligus dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang, Renny Apriliyani, majunya sektor pariwisata di negara ini kerap terkendala oleh beragam permasalahan klasik.

Ia menyebut masalah klasik yang masih kerap terjadi antara lain kurang terawatnya insfrastruktur, minimnya sarana dan pra sarana penunjang, kurangnya perawatan destinasi secara berkesinambungan, hingga benturan yang kerap terjadi di tubuh pengelola.

“Pariwisata merupakan sebuah produk yang bisa dijual, bahkan mampu menjadi pendapatan besar sebuah negara. Indonesia saya rasa layak. Hanya saja butuh berbagai kesiapan dan kerjasama apik dari seluruh vendor,” jelasnya saat menyambangi kawasan wisata Sedadap di Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung beberapa waktu lalu.

Ia beranggapan, jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, Indonesia sejatinya layak diunggulkan. Sebut saja Vietnam, Malaysia, Thailand atau Singapura. Akan tetapi, fakta yang ada justru berkata lain.

Negara tersebut mampu memaksimalkan beberapa destinasi wisata termasuk segi pelayanan sehingga pengunjung luar negeri ramai berdatangan. Padahal, di Indonesia sendiri jumlah potensi wisata yang ada sudah tak terhitung. Bahkan tiap kota/kabupaten menawarkan keunikan masing-masing.

“Dalam sebuah industri pariwisata terdapat syarat yang disebut 4A sehingga destinasi dapat dikatakan siap untuk dikunjungi. Yakni attraction atau daya tarik, accessability atau aksebilitas, amenities atau fasilitas penunjang, dan ancillary atau kelembagaan dalam hal ini pengelola. Kalau salah satunya hilang saya yakin potensi yang ada jadi kurang maksimal,” imbuhnya.

Khusus menanggapi kawasan wisata Sedadap yang baru saja dirintis, Renny menyatakan bahwa destinasi yang satu ini memiliki potensi besar untuk dijual kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Hanya saja, perlu kerjasama apik antar berbagai pihak, termasuk pemerintah.

Sorotan serupa juga pernah dilontarkan oleh seniman kondang kelahiran Temanggung, Didik Hadiprayitno atau yang akrab disapa Didik Ninik Thowok. Ia menyebut meski dikaruniai alam dan budaya yang hebat, namun mustahil pariwisata suatu daerah akan maju apabila tidak didukung dengan manajemen birokrasi yang andal.

“Dimanapun tempatnya, birokrat harus diisi oleh orang-orang tepat sesuai background dalam bidang masing-masing. Karena apa, saya bisa katakan mustahil suatu sektor akan maju dan fokus tergarap apabila dipegang oleh orang-orang yang kurang kompeten. Termasuk sektor pariwisata,” tukasnya

(I) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA