1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Ayo serbu desa adat sekaligus desa wisata andalan Purbalingga akhir pekan ini

"Desa Kedungbenda itu unik, tidak hanya karena adat-istiadat yang masih hidup tapi juga seni tradisi yang masih dipertahankan keberadaannya.”

©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Selasa, 10 Oktober 2017 19:32

Merdeka.com, Jawa Tengah - Agenda ini bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi libur akhir pekan ini. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Purbalingga, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bakal menyelenggarakan festival Congot 2017. Beragam pertunjukan kesenian dan adat bakal tersaji pada 13 hingga 15 Oktober mendatang di desa adat Kedungbenda.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heriyanto menjelaskan bahwa penyelenggaraan Festival Congot 2017 ini merupakan yang perdana dan diharapkan bakal menjadi agenda tahunan.

"Sesuai Peraturan Gubernur Nomor 70 Tahun 2016 adat istiadat di perlu untuk diangkat keberadaannya. Untuk itu, dinas kami khususnya bidang kebudayaan merasa penting mengangkat dan mengabarkan secara lebih luas adat-istiadat di Desa Kedungbenda dalam kemasan festival,” jelas Heriyanto, saat konferensi pers dan peluncuran situs www.festivalcongot.com di Graha Adiguna komplek Pendopo Bupati Purbalingga, Selasa (10/10).

Menurut Ketua penyelenggara Festival Congot 2017 Yudhia Patriana, S.Sos, seluruh kesenian tradisional yang ada di Desa Kedungbenda akan coba dipentaskan sebagai bagian dari hajat besar Festival Congot 2017.

"Desa Kedungbenda itu unik, tidak hanya karena adat-istiadat yang masih hidup tapi juga seni tradisi yang masih dipertahankan keberadaannya,” tuturnya.

Congot merupakan suatu tempat pertemuan antara Sungai Klawing yang menghidupi warga Purbalingga dan Sungai Serayu. Lokasi yang masuk wilayah Desa Kedungbenda itu juga merupakan salah satu destinasi wisata.

Pemilihan tempat festival tersebut bukan tanpa alasan. Kedungbenda merupakan desa adat yang berada di Kecamatan Kemangkon dengan seabrek potensi wisata. Selain adat istiadat yang masih dipertahankan, delta Sungai Klawing - Serayu ini juga memiliki kawasan wisata air yang menawan.

"Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Purbalingga ingin mengangkat ikon wisata air dan adat di Desa Kedungbenda melalui gelaran Festival Congot. Untuk pertama kalinya, Festival Congot digelar,” kata dia.

Menurut dia, ada banyak ritual adat yang sampai saat ini masih terus terjaga dan dilaksanakan oleh masyarakat desa yang berada di ujung selatan Purbalingga berbatasan dengan Kabupaten Banyumas ini. Terutama di Bulan Sura atau Muharram seperti sedekah sungai, ruwat bumi, Suran di Petilasan Lingga Yoni, Suran di Panembahan Dipakusuma, Suran Paguyuban Kejawen dan sebagainya.

Di samping itu, beragam seni tradisi masih hidup di Desa Kedungbenda. Kelompok-kelompok kesenian tradisional masih kerap pentas baik di desa sendiri maupun di luar desa. Ada ebeg, daeng atau aplang, ujungan, begalan, lengger, macanan atau macapatan, dan sebagainya.

Festival Congot, kata Yudhia, sebenarnya duplikasi penyelenggaraan adat dan kebiasaan warga Desa Kedungbenda yang sudah lama mempertahankan menjadi perayaan yang lebih besar dan dalam satu waktu.

Dalam rangkaian Festival Congot akan ada ruwat bumi, pentas wayang kulit, sedekah klawing dan parade perahu. Dikolaborasikan dengan kegiatan menebar benih ikan, menanam pohon, panggung pinggir kali dan event "Pit-pitan Maring Congot".

Tak ketinggalan penampilan kuliner khas sebagai pelengkap paket pariwisata seperti sarapan kupat landan dengan lauk serba ikan kali, pesta canthor, dan beragam minuman kopi yang dikemas dalam coffee adventure, serta produk kuliner lainnya.

(I)
  1. Pariwisata
  2. Wisata Purbalingga
  3. Tradisi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA