1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

11 agen wisata ini tawarkan paket liburan ke luar negeri

"Liburan satu keluarga dianggap mampu meningkatkan quality time bagi orang-orang sibuk."

Suasana Pesat Wisata 2017 di Paragon Mall.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Sabtu, 01 April 2017 12:04

Merdeka.com, Jawa Tengah - Musim libur sekolah yang berbarengan dengan Lebaran 2017 diprediksi menjadi masa puncak liburan ke luar negeri. Hal ini karena masa liburan yang lama menjadi pilihan untuk dimanfaatkan berkunjung ke destinasi wisata.

Supervisor Panen Tour, George Alexander mengatakan saat ini tren kunjungan wisatawan ke negara Eropa, Australia, dan Asia timur.

"Peak season saat libur Lebaran selama kurang lebih dua minggu, di akhir Juni sampai awal Juli," jelasnya dalam acara Pesta Wisata 2017 di Paragon Mall, kemarin.

Dia mengungkapkan saat ini tren yang berkembang adalah family trip, yakni paket berlibur satu keluarga. "Liburan satu keluarga dianggap mampu meningkatkan quality time bagi orang-orang sibuk," jelasnya.

Kunjungan dalam paket ini juga dinilai lebih murah karena berbagai fasilitas yang ditawarkan sebanding dengan harga paket tour. George juga mengungkapkan 2017 bisa menjadi tahun kebangkitan bisnis tour wisata.

"Tahun 2016 lalu bisa dikatakan meredup karena masyarakat masih menyimpan uangnya, salah satunya untuk membayar tax amnesty tersebut," terangnya.

Saat ini, dia berharap mendapat banyak konsumen yang ingin bepergian ke luar negeri.

Sementara Okta dari Rotama Tour mengungkapkan saat ini sudah melayani 30 pemesanan, dengan tujuan Eropa. "Ada juga yang destinasi low ke Korea dan Jepang," paparnya.

Dimas B. Prasetia, Marcomm Manager Nusantara Tour selaku penyelenggara Pesta Wisata 2017 mengatakan tujuan penyelenggaraan acara ini untuk memberikan pilihan bagi masyarakat Semarang dalam menentukan destinasi wisata untuk liburan.

"Ada 11 stand biro dan agen wisata yang mengikuti acara ini," jelasnya. Pesta Wisata 2017 dimulai 31 Maret hingga 2 April. (ade)

(I)
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA