1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

VIDEO: Perajin genteng sokka Kebumen ingin bangkit dari keterpurukan

Kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui perajin genteng Sokka Kebumen diharapkan menjadi angin segar untuk bangkit.

©2016 Merdeka.com Editor : Wisnu Wardhana | Kamis, 14 September 2017 12:57

Kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui perajin genteng Sokka Kebumen diharapkan menjadi angin segar untuk kembali menghidupkan industri tersebut. Menurut sejumlah perajin, meski masih bertahan tapi hampir semua perajin genteng dalam kondisi kolaps. Padahal sebelumnya, genteng sokka yang diproduksi sejak zaman Belanda ini pernah meraih kejayaan. Kala itu, genteng yang dipuji karena kualitasnya yang unggul juga sempat di ekspor hingga ke negeri Belanda. Persoalan tersebut di antaranya adalah bahan baku yang hanya bisa diambil kala kemarau. Kalau pun ada tanah yang diambil, posisinya sulit sehingga biaya produksi membengkak. "Sempat ada ide mengambil tanah gunung, tapi tentu perlu penelitian dulu apakah kandungannya sesuai untuk kebutuhan membuat genteng," ucapnya.

Permasalahan lainnya yakni tenaga kerja yang tidak bisa dimaksimalkan karena kebanyakan pekerjanya adalah ibu rumah tangga tangga yang nyambi dengan pekerjaan rumah. Untuk masalah pemasaran, adalah adanya produk sejenis dari daerah lain serta produk modern yang harganya lebih murah dan praktis dalam pemasangannya. Ardani, ketua koperasi perajin genteng dari Kecamatan Sruweng mengatakan, dari sekitar 350 perajin, hanya 25 yang bergabung dalam koperasi. "Kami setuju dengan ide pak Ganjar dalam membuat koperasi agar ada ketahanan dan kesamaan harga. Namun sangat sulit menumbuhkan kesadaran karena selama ini cenderung bergerak sendiri," ungkapnya. Diakuinya, perajin dalam kondisi kolaps karena modal yang menipis sementara pemasaran sangat sulit. Dalam satu putaran produksi genteng, membutuhkan dana setidaknya Rp 30 juta.

"Kami juga meminta ada pendampingan menyeluruh dari pemerintah terkait produk yang sesuai mutu nasional SNI dan agar genteng Sokka bisa memiliki paten," kata Ardani. Dia menilai saat ini perhatian pemerintah mulai ada meski belum maksimal. Perhatian tersebut di antaranya ada kontrak dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen saat ada pembangunan menggunakan produk lokal. Untuk harga, Ardani mengatakan tipe Morando Rp 2.450, Kodok Rp 1.450, Magas Rp 1.450, dan Palentong Rp 1.250. Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Ganjar Pranowo menyampaikan industri genteng sebenarnya mampu menggerakkan perekonomian. "Yang perlu dilakukan saat ini adalah penguatan kelembagaan dan penggunaan teknologi yang modern," jelasnya. Dia juga meminta agar perajin yang dikirim ke Jepang bisa sharing ilmu kepada perajin lain termasuk ke pemerintah.

©2016 Merdeka.com
(WW)
  1. Ganjar Pranowo
  2. Jawa Tengah
  3. Kunjungan Gubernur
  4. Video Merdeka
  5. Kebumen
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA