1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

VIDEO: Penemuan fosil stegodon, gajah purba di situs Banjarejo

"Sungguh, ini harta karun yang luar biasa, jika terus digali ada pengetahuan yang akan diperoleh masyarakat luas," jelas Ganjar.

©2016 Merdeka.com Editor : Wisnu Wardhana | Jum'at, 04 Agustus 2017 13:48

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi Situs Banjarejo di Dusun Kuwojo Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. Untuk mencapai lokasi penemuan fosil Stegodon atau gajah purba, Ganjar harus membonceng sepeda motor yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumah penduduk. Tak disangka, kawasan lahan pertanian milik warga ternyata banyak terdapat benda purbakala dan fosil dari ratusan tahun lalu. Seperti yang terakhir kali ditemukan oleh Rusdi, salah seorang warga, pada saat akan membuat sumur di lahannya untuk pengairan tanaman jagung. Saat menggali tanah, ia menemukan adanya tulang dengan ukuran besar dan kemudian melaporkan temuannya ke perangkat desa setempat. Diketahui, wilayah Kecamatan Gabus, banyak dan sering ditemukan fosil hewan purba.

Atas temuan ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berinisiatif mengunjungi langsung lokasi dan berencana akan membuat museum arkeologi seperti di Sangiran. Ganjar mengaku akan bekerjasama dengan dinas terkait serta ahli landskap untuk membangun museum. "Sungguh, ini harta karun yang luar biasa, jika terus digali ada pengetahuan yang akan diperoleh masyarakat luas," jelas Ganjar. Menurutnya, kekayaan arkeologi di Desa Banjarejo tak kalah dengan yang dipunyai Sangiran di Sragen. Dia pun menyakini dengan potensi arkeologi di Desa Banjarejo maka para peneliti akan berdatangan untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam tentang kehidupan zaman purba.

Ganjar berharap agar pembangunan dan pengembangan Desa Wisata Arkeologi Banjarejo dilakukan maksimal. Selain itu, dia juga meminta agar kesadaran masyarakat terus ditingkatkan dalam upaya penyelamatan benda purbakala. Selama ini benda purbakala yang ditemukan dikumpulkan di rumah Kepala Desa Banjarejo, Ahmad Taufik. Dari hasil perkiraan dan penelitian arkeolog, lokasi situs Banjarejo dulunya merupakan laut, karena sebelumnya telah ditemukan gigi hiu dan fosil buaya. Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengungkapkan alokasi dana untuk pengembangan kawasan wisata arkeologi Desa Banjarejo mencapai Rp 8 miliar. "Nanti dilakukan bertahap, saat ini fokus pada infrastruktur. Nanti selanjutnya ke sarana dan prasarana," terangnya.

©2016 Merdeka.com
(WW)
  1. Pariwisata
  2. museum
  3. Grobogan
  4. Video Merdeka
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA