1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

VIDEO: Musim kemarau datang, warga krisis air bersih

Air sungai yang keruh diendapkan dulu di kubangan atau embung kecil agar air jernih, kemudian digunakan untuk memasak, mandi dan mencuci pakaian.

©2016 Merdeka.com Editor : Wisnu Wardhana | Rabu, 09 Agustus 2017 18:15

Memasuki musim kemarau, warga di Dusun Mulyosari Desa Kalikayen Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang mulai kesulitan mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Krisis air bersih yang sudah terjadi sejak dua bulan yang lalu ini memaksa warga mengambil air dari sungai yang mulai mengering. Jika sebelum kemarau air dapat diambil menggunakan mesin pompa, kini harus mengambil berjalan kaki ke sungai dengan ember untuk mengisi tempat persediaan air di rumah. Air sungai yang keruh diendapkan dahulu di kubangan atau embung kecil agar air jernih, kemudian digunakan untuk memasak, mandi dan mencuci pakaian.

Berdasarkan data dari BPBD Jateng, dampak kekeringan di Jawa Tengah berpotensi terjadi di 1.235 desa dan 266 Kecamatan serta 27 Kabupaten/Kota. Mengatasi dampak kekeringan akibat musim kemarau salah satunya adalah krisis air bersih, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyiapkan dana senilai 600 juta rupiah. Dana tersebut nantinya akan dikeluarkan bilamana ada daerah yang mengalami siaga atau darurat kekeringan. Sebagai penanganan jangka pendek, pemerintah akan menyediakan mobil tangki air bersih untuk dibagikan kepada warga yang terdampak.

©2016 Merdeka.com
(WW)
  1. Video Merdeka
  2. Kemarau
  3. Krisis Air Bersih
  4. Droping Air
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA