1. JAWA TENGAH
  2. SENI

Ribuan masyarakat kaki Gunung Slamet padati Grebeg Sura Baturraden

"Prosesi ritual diawali dengan Mangala Yudha diikuti barisan rontek oleh anggota Karang Taruna Baturraden."

Wisatawan berebut gunungan setinggi dua meter pada tradisi Grebeg Sura Baturraden, di Lokawisata Baturraden, Banyumas, Minggu (15/10) .. ©2017 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 16 Oktober 2017 08:27

Merdeka.com, Jawa Tengah - Ribuan pengunjung dan masyarakat dari 12 desa penyangga kawasan wisata selatan Gunung Slamet berebut dua gunungan hasil bumi. Mereka rela berdesakan di arena Grebeg Sura Baturraden, taman bermain Lokawisata Baturraden, Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Minggu (15/10).

Sebelum diperebutkan, gunungan tersebut diarak oleh warga dan pelaku wisata bersama 150 tenong, tumpeng robyong, kambing kendhit dan sejumlah kesenian seperti ebeg, genjring serta kentongan. Mereka berjalan beriringan menuju Lokawisata Baturraden yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Bumi Perkemahan Wanawisata Baturraden.

"Prosesi ritual diawali dengan Mangala Yudha diikuti barisan rontek oleh anggota Karang Taruna Baturraden," kata pegiat Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturraden (PMPB), Tekad Santoso, Minggu (15/10).

Dia mengatakan, gunungan yang diarak terdiri dari pala kependhem, pala kesimpar, dan pala gumantung. Beragam umbi-umbian, sayur dan buah ini disusun berbentuk dua buah gunungan setinggi dua meter.

"Ngalap berkah dipercaya oleh masyarakat akan mendatangkan rejeki dan berkah bagi yang berhasil mengambil sayur, buah dan umbi-umbian itu," ujar Tekad, kemarin.

Gunungan ini, kata Tekad, merupakan hasil bumi sumbangan dari warga dan bantuan dari Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas. Gunungan merupakan wujud syukur dari pelaku wisata dan masyarakat dari desa penyangga Baturraden atas hasil panen yang melimpah.

Bagi warga yang percaya, usai proses ngalap berkah, buah dan sayur yang didapat pada saat rebutan akan dibawa pulang untuk dikonsumsi. Sedangkan biji atau benih, akan ditanam di ladang.

"Biji yang ditanam kembali itu dipercaya oleh masyarakat akan menghasilkan biji dan benih yang terbaik, terbebas dari serangan dan hama. Karena didoakan bersama-sama," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Saptono mengatakan, atraksi wisata sekaligus tradisi budaya tahunan adalah ikon kawasan wisata Baturraden. Pihaknya mengaku berterima kasih atas dukungan warga dari 12 desa penyangga dan para pelaku wisata di Baturraden.

"Awalnya, peringatan sura ini adalah tradisi turun temurun sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas rezeki dan hasil bumi yang melimpah, yang diadakan setiap tahun pada bulan Sura. Sejak tahun 2000-an dikemas menjadi atraksi wisata. Tujuannya untuk mempromosikan Baturraden," kata dia.

(I)
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA