1. JAWA TENGAH
  2. SENI

Film ''Nyathil'' raih juara pada Apresiasi Pendidikan Keluarga 2017

"Ini saatnya kami membawa nama baik sekolah dan Purbalingga seperti yang sudah dilakukan sekolah-sekolah lain...,"

Sutradara film "Nyathil" memegang piagam penghargaan Pemenang I Kategori Fiksi ajang Lomba Film Pendek Pendidikan Anak dan Remaja 2017 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu (9/8). ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Kamis, 10 Agustus 2017 06:00

Merdeka.com, Jawa Tengah - Film pendek berjudul "Nyathil" karya pelajar SMK Muhammadiyah Bobotsari Purbalingga, menyabet gelar Pemenang I Kategori Fiksi ajang Lomba Film Pendek Pendidikan Anak dan Remaja 2017. Ajang tersebut digelar oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu (9/8).

Sutradara film, Anggita Dwi Martiana mengaku bangga lantaran film pendek karyanya mampu meraih juara di tingkat nasional. Selain itu, garapannya ini merupakan film pertama di sekolah yang mampu meraih juara.

“Senang dan bangga, karena film pendek kami tahun lalu belum banyak bicara. Ini saatnya kami membawa nama baik sekolah dan Purbalingga seperti yang sudah dilakukan sekolah-sekolah lain di Purbalingga lewat film,” jelas Anggita yang masih duduk di bangku kelas XII jurusan Akuntansi ini.

Dia menuturkan, film yang diproduksi Saka Film, ekstrakurikuler sinematografi SMK Muhammadiyah Bobotsari ini bercerita tentang seorang pemuda desa bernama Ahmad yang berusaha membongkar dugaan praktik tindak pidana korupsi di desanya.

Pelakunya tak lain adalah kepala desa dan perangkatnya terkait program bantuan renovasi rumah warga miskin. Namun, upaya Ahmad tidaklah mudah. Pasalnya, dia menerima ancaman bahkan mengalami kekerasan secara fisik.

Sementara itu, guru pembina ekskul sinematografi SMK Muhammadiyah Bobotsari Purbalingga, Dinar Anggraeni berujar, keberadaan ekskul sinematografi di sekolah mereka sebenarnya sudah cukup lama, namun baru dua tahun ini difasilitasi Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga.

"Kemenangan ini sekaligus pembuktian pada pihak sekolah bahwa keberadaan ekskul sinematografi penting untuk difasilitasi pihak sekolah,” kata guru mata pelajaran Seni dan Budaya ini.

Film berdurasi sembilan menit ini sempat masuk nominasi Kompetisi Film Pelajar Banyumas Raya Festival Film Purbalingga (FFP) 2017, baru-baru ini. Saat ini, film yang diproduksi awal tahun 2017 sedang mewakili Purbalingga pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017. (suk-)

(PU)
  1. Film Pendek
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA