1. JAWA TENGAH
  2. PERTANIAN

Wah harga tembakau varietas Kemloko asal Temanggung ini capai Rp250 ribu per kilogram

“Harganya memang tidak merata di tingkat petani. Namun tetap saja ada kenaikan...,"

©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Kamis, 14 September 2017 09:30

Merdeka.com, Jawa Tengah - Harga tembakau, khususnya varietas Kemloko di tingkat petani yang memiliki lahan tanam di kawasan lereng Gunung Sumbing Kabupaten Temanggung tahun ini sangat baik. Memasuki pertengahan bulan September ini menunjukkan peningkatan harga hingga kisaran Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu per kilogramnya.

“Harganya memang tidak merata di tingkat petani. Namun tetap saja ada kenaikan, terutama grade E meski dari segi warna masih terhitung berada di grade D untuk varietas Kemloko,” jelas, Nur Ahsan, salah seorang petani tembakau asal Desa Losari Kecamatan Tlogomulyo, kemarin.

Lanjutnya, sama halnya dengan tembakau grade E atau D, harga jual tembakau varietas Kemloko yang masuk kategori grade C juga terbilang masih cukup tinggi. Yakni antara Rp 70 sampai Rp 75 ribu per kilogram. Bandingkan dengan grade yang sama untuk varietas lain, Boyolali contohnya yang hanya dipatok Rp 30 sampai Rp 40 ribu per kilogram.

Kendati harganya menunjukkan peningkatan, namun kata Ahsan, luasan lahan tembakau di Kabupaten Temanggung pada musim tanam tahun 2017 ini justru mengalami penurunan terutama di lahan persawahan atau dataran rendah. Hanya mencapai sekitar 13.000 sampai 14.000 hektare dari sebelumnya yang mencapai 17.000 sampai 18.000 hektare.

Menurutnya, penurunan luasan lahan tanam tembakau tahun ini tak lepas dari berkurangnya animo petani yang sempat mengalami trauma akibat kegagalan pada musim tanam tahun sebelumnya (2016) yang dipicu oleh fenomena la nina serta anomali cuaca.

“Melihat situasi yang ada saat ini memang jumlah tanaman tembakau jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Namun dengan dukungan cuaca yang baik, besar kemungkinan tahun ini akan muncul tembakau srinthil yang dikenal sebagai tembakau dengan kualitas terbaik,” pungkasnya.

(PU) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Tembakau
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA