1. JAWA TENGAH
  2. PERTANIAN

Tahun lalu serapan pabrik rokok pada tembakau Temanggung 8.500 ton

"Dengan 12.000 dari 14.000 hektare luas lahan tanam, produksi petani maksimal hanya menyentuh angka 10.000 ton."

©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 20 Maret 2017 18:41

Merdeka.com, Jawa Tengah - Kalangan dewan di DPRD Kabupaten Temanggung meyakini bahwa seluruh hasil produk komoditas tembakau petani pada musim panen tahun 2017 ini dapat terserap oleh pabrikan pabrikan besar.

Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Temanggung, Ahmad Masfudin mengaku, berdasar hasil kunjungan tim ke beberapa pabrikan diperoleh hasil tahun ini PT Djarum Kudus bersedia membeli tembakau petani dengan kuota mencapai 4.500 ton.

Bahkan, estimasi pembelian tersebut dapat semakin besar apabila hasil panenan petani memiliki kualitas dengan syarat faktor cuaca yang mendukung.

Lain halnya dengan PT Djarum Kudus, pabrik lain, yakni PT Gudang Garam sampai saat ini justru belum memberikan konfirmasi resmi terkait alokasi pembelian tembakau petani. Akan tetapi, apabila berkaca pada musim panen tahun sebelumnya (2016), perusahaan ini sanggup menyerap hingga 8.500 ton tembakau.

“8.500 ton itu adalah kuota pembelian tahun lalu. Kalau yang tahun ini PT Gudang Garam belum memberikan konfirmasi kepada kami,” akunya, Senin (20/3).

Lanjutnya, apabila skema pembelian kedua perusahaan tersebut masih sama seperti tahun lalu, maka jumlah total kuota yang tersedia bagi para petani mencapai 13.000 ton. Dengan angka tersebut, pihaknya yakin seluruh produk tembakau petani lokal Temanggung seluruhnya dapat terserap.

Terlebih, dengan 12.000 dari 14.000 hektare luas lahan tanam secara keseluruhan yang tersebar di 14 kecamatan sentra pertembakauan, diperkirakan produksi petani maksimal hanya menyentuh angka 10.000 ton.

Oleh sebab itu, di luar faktor cuaca yang amat berpengaruh, pihaknya meminta kepada seluruh petani agar menjaga kualitas tembakau berikut metode penanamannya. Tujuannya agar tembakau yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pabrik.

“Dari kuota tahun lalu, produk tembakau lokal seharusnya mampu memenuhi permintaan pabrikan besar serta tidak ada istilah produk di tingkat petani tidak laku dijual,” pungkasnya. (riz)

(I)
  1. Tembakau
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA