1. JAWA TENGAH
  2. PERTANIAN

Masih impor komoditas pertanian, ini pesan Jokowi untuk kepala daerah

“Akibatnya, kita harus mengimpor kebutuhan dari luar negeri. Padahal seharusnya mampu mencukupi sendiri,”

Presiden Joko Widodo. ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Sabtu, 17 Juni 2017 22:01

Merdeka.com, Jawa Tengah - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi menganggap berbagai pola pengolahan dan pengelolaan komoditas yang dihasilkan Indonesia sampai saat ini masih terkesan monoton dan terlalu linear. Akibatnya, negara yang seharusnya mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri secara swadaya justru harus mengimpor berbagai kebutuhan dari negara lain.

Ia mencontohkan komoditas hasil perkebunan yakni kakao atau yang dikenal dengan nama cokelat. Dahulu, hasil kakao dalam negeri bisa dibilang membludak sehingga sektor industri yang ada di dalamnya berkembang sangat pesat.

Akan tetapi situasi tersebut tidak diikuti oleh sektor perkebunannya sendiri lantaran kurang mendapat perhatian dan pemeliharaan. Akibatnya, antara permintaan dan penawaran barang di pasaran tidak seimbang.

“Akibatnya, kita harus mengimpor kebutuhan dari luar negeri. Padahal seharusnya mampu mencukupi sendiri,” ujarnya saat menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Temanggung, Sabtu (17/6).

Untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa. Jokowi memerintahkan seluruh daerah untuk memaksimalkan potensi pertanian dan perkebunan masing-masing. Oleh karena itu, kepala daerah mulai wali kota, bupati, hingga gubernur wajib hukumnya menggali seluruh potensi daerah yang mereka ampu sekaligus mendampingi pengembangan komoditas tersebut.

Pihaknya juga melarang setiap kepala daerah yang mengajak rakyat mereka hanya menanam satu komoditas saja. Seperti sawit maupun karet. Hal ini dikarenakan petani akan mengalami kerugian apabila harga komoditas tersebut tengah jatuh di pasaran. Di sisi lain, tidak ada komoditas lain yang memiliki tingkat harga lebih tinggi guna menambal kekurangan itu.

“Daerah apa saja yang siap tanam ya tanam. Tapi saya ingatkan kepala daerah agar tidak mendorong petani di wilayahnya masing-masing menanam komoditas yang homogen. Sebisa mungkin menanam beberapa jenis tanaman agar bisa saling tambal sulam saat salah satu harganya jatuh di pasaran,” pungkasnya.

(PU) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Presiden Jokowi
  2. Swasembada Pangan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA