1. JAWA TENGAH
  2. PERTANIAN

Derita petani Temanggung gagal panen belasan hektare terong

"... tidak dapat tumbuh secara maksimal seperti yang kami harapkan."

Nur Khasanah, petani terong desa Campursari Kecamatan Bulu.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Kamis, 12 Oktober 2017 13:09

Merdeka.com, Jawa Tengah - Petani Temanggung terancam gagal panen belasan hektare tanaman terong. Berbagai upaya yang dilakukan tak mampu menyelamatkan salah satu komoditas andalan tersebut dari terjangan hama dan hujan.

Nur Khasanah, petani desa Campursari, Kecamatan Bulu mengaku kalah pada hama, terlebih pada terjangan hujan yang terus menerus melanda. Kualitas terongnya pun terjun bebas.

"Belasan hektar tanaman terong mati, karena akarnya membusuk diserang hama dan hujan," keluhnya, Kamis (12/10).

Kondisi tersebut menambah deretan nelangsa petani, setelah sebelumnya harga terong terus anjlok. "Sebelumnya harga terong yang bagus hanya Rp 1.000 per kilogram. Dengan kondisi terong seperti ini, tidak tahu apakah laku atau tidak," kata Khasanah sambil mencabuti tanaman terongnya yang nampak layu.

Beberapa pekan terakhir terjangan hujan di Kecamatan Bulu memang cukup tinggi. Selain membuat akar busuk, hama ulat juga mulai bermunculan. Tak ayal, belasan hektar daun dan buah terong sebagian besar berlubang.

"Sekarang hanya bisa pasrah. Kami sudah mencegah meluasnya serangan hama dengan menyemprotkan pestisida. Namun tetap saja tidak berhasil. Semoga pemerintah mengulurkan tangan agar kami tidak semakin terpuruk,” harap dia.

(I) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Pertanian
  2. Gagal Panen
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA