1. JAWA TENGAH
  2. PERDAGANGAN

Kondisi ekonomi Jawa Tengah diprediksi lebih baik di 2018

".....Pergerakan barang akan semakin cepat, perputaran ekonomi juga akan bergairah,"

Pameran batik. ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Kamis, 12 Oktober 2017 09:33

Merdeka.com, Jawa Tengah - Pengamat ekonomi asal Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Sri Sulandjari, menilai kondisi ekonomi di Jawa Tengah akan semakin membaik pada tahun 2018. Kondisi ini dipengaruhi gencarnya pembangunan infrastruktur yang akan selesai akhir tahun ini.

"Gubernur kan sudah menargetkan infrastruktur selesai tahun ini, tentu aktivitas ekonomi akan menggeliat. Pergerakan barang akan semakin cepat, perputaran ekonomi juga akan bergairah," terangnya usai seminar Entrepreneur Networking Forum bertema Outlook Ekonomi 2018: Mengoptimalkan Potensi Daerah dalam Era Digital, di Hotel Aston, Rabu (11/10). Dengan menggeliatnya keadaan tersebut, dia optimistis perekonomian Jateng akan semakin kuat.

Sulandjari menyatakan sektor yang berperan dalam menguatkan ekonomi Jateng adalah pertanian dan pendukungnya. "Termasuk di dalamnya ada peternakan, hortikultura, dan perikanan," jelasnya.

Sementara untuk sektor pendukung adalah pariwisata yang mulai tumbuh di daerah pinggiran dan industri. Pariwisata ini juga didukung pengelolaannya oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMNDes) sehingga turut menggerakken ekonomi desa para warga.

"Di sini UMKM sektor pertanian dan peternakan akan menjadi penyokong perekonomian Jawa Tengah. Perairan di pantura dengan segala sumber dayanya memiliki potensi yang besar," tegas Sulandjari. Meski begitu dia berharap hasil-hasil sektor pertanian tersebut di cluster agar saat ada pembelian dalam jumlah besar, bisa menekan ongkos kirim ke luar daerah.

Sulandjari juga mengapresiasi kebijakan Gubernur Ganjar Pranowo yang mendorong penggunaan media sosial untuk menawarkan produk asal Jawa Tengah. "Ada juga kan yang difasilitasi pemerintah provinsi, tapi juga harus dilakukan pendampingan. Karena mungkin penjualan dengan cara online baru dilakukan oleh pelaku bisnis dari UMKM," paparnya.

Diakuinya, dalam bisnis yang melibatkan UMKM kendala terbesar selain modal adalah pangsa pasar. Sulandjari berharap Pemerintah Provinsi Jateng bisa membukakan pasar dan jejaring yang berkesinambungan. "Dengan adanya jejaring, maka rantai nilai antara pelaku usaha dan perusahaan akan berlanjut. Gunakan sistem cluster," pungkasnya.

(PU) Laporan: Dian Ade Permana
  1. Ekonomi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA