1. JAWA TENGAH
  2. PERDAGANGAN

Kendalikan pangan jelang Natal, Pemrov Jateng gelar operasi pasar

"Jika ada yang melakukan spekulasi harga atau melakukan penimbunan jelas akan langsung diproses secara hukum."

©2017 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Rabu, 13 Desember 2017 16:41

Merdeka.com, Jawa Tengah - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan operasi pasar guna mengendalikan harga pangan. Kegiatan operasi pasar dan gerakan stabilisasi pangan (GSP) itu dimulai dari halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (13/12/2017).

Sekda Provinsi Jateng selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Sri Puryono mengatakan terdapat komoditi beras, gula pasir dan minyak goreng yang dikirim ke enam eks karesidenan di Jateng. "Ada tambahan daging beku. Dikirim ke 6 Karesidenan mulai Pekalongan, Banyumas, Semarang, Pati, Solo, dan Magelang. Baru nanti ke titik-titik pasar yang ramai masyarakat," ujarnya.

Tak hanya soal operasi pasar, Sri Puryono mengatakan tim akan menindak tegas pihak-pihak yang melakukan kecurangan. Seperti halnya menaikkan harga bahan pokok atau melakukan penimbunan. Ancamannya yakni pidana karena hal itu melanggar hukum.

Komoditi untuk operasi pasar itu dibawa dengan menggunakan sebanyak 20 mobil dan dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dari Kepolisian, Bulog sub Divre Jawa Tengah, dan pimpinan OPD.

Ganjar sendiri mengatakan stok beras di Jateng saat ini masih aman hingga Februari 2018 mendatang. Stok beras masih ada 130 ribu ton. Sedangkan gula pasir 43 ribu ton, dan minyak goreng 230 ribu ton.

Semua tim, ungkapnya, turun tangan untuk menjaga stabilitas harga ini. Upaya dilakukan guna menjaga inflasi. "Dan ini untuk menghadapi mau libur, fluktuasi harga dipantau," katanya.

Selain itu, kata Ganjar, Pemprov Jateng saat ini juga tengah melakukan pemantauan terhadap kerugian pangan akibat bencana alam. Hal ini agar jika ada kebutuhan bisa tertangani secara cepat. Dari hasil pantauan disebutkan komoditas yang harganya mulai naik yakni bawang merah dan cabai.

"Kalau ada spekulan harga, kita dorong dengan operasi ini. Pemprov sedang hitung akibat bencana berupa puso. Buat analisis," ujarnya.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengatakan satgas pangan akan tetap melakukan pemantauan. Jika ada yang melakukan spekulasi harga atau melakukan penimbunan jelas akan langsung diproses secara hukum.

"Stok bahan pokok aman, jadi tidak ada alasan kenaikan harga. Tim satgas pangan akan memonitor. Kalau ada indikasi tidak benar, akan lakukan langkah lebih lanjut. Semoga tidak ada spekulasi harga, hindari penimbunan, karena itu pidana," tandasnya.

(I)
  1. Pangan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA