1. JAWA TENGAH
  2. PERDAGANGAN

Investor reksa dana minim, Bukalapak edukasi literasi pelapak Solo Raya

"Solo punya potensi bagus, tapi yang jadi masalah level of knowledge (literasi) di kalangan ekonomi menengah ke atas."

Acara roadshow edukasi BukaReksa oleh Bukalapak yang bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan CIMB Principal Asset Management di Kota Solo. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Sabtu, 09 September 2017 19:09

Merdeka.com, Jawa Tengah - Bukalapak membidik investor asal Solo Raya untuk berinvestasi produk reksa dana. Hal tersebut mengemuka dalam acara roadshow edukasi BukaReksa yang bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan CIMB Principal Asset Management di Kota Solo, Sabtu (8/9).

Menurut Gahayu Handari, Business Development Manager Bukalapak, fitur layanan reksa dana online BukaReksa telah menggaet 40 ribu investor sejak diluncurkan Januari 2017 lalu. Dari jumlah itu, total nilai investasi mencapai lebih Rp 25 miliar yang berasal dari pelapak maupun masyarakat awam.

Sedangkan untuk Kota Solo, lanjut dia, jumlah pelapak saat ini telah mencapai 17 ribu. Namun, animo masyarakat mengakses layanan online BukaReksa masih terbilang rendah, yakni sekitar 200 investor. Padahal target secara nasional hingga akhir tahun sebanyak 65 ribu investor yang terdiri dari layanan reksa dana pasar uang dan pasar uang syariah.

"Kami melirik Kota Solo karena pertumbuhan ekonomi berkembang pesat dan memiliki potensi besar berinvestasi. Tapi tak bisa dipungkiri, tingkat literasi masyarakat akan reksa dana masih rendah. Maka edukasi secara offline ini diperlukan agar para pelapak Bukalapak maupun UKM bisa paham. Karena teknisnya sangat mudah, nasabah dapat memulai investasi mulai Rp 10 ribu," ujar Handari.

Hal senada juga disampaikan Domingus Sinarta Ginting Suka, selaku Business Alliance PT. CIMB - Principal Asset Management. Menurutnya, Bukalapak merupakan e-commerce pertama di Indonesia yang bisa menjembatani investasi reksa dana. Pasalnya, menyimpan uang dalam bentuk reksa dana memberikan imbal hasil untung (return) yang tinggi.

"Solo punya potensi bagus, tapi yang jadi masalah level of knowledge (literasi) di kalangan ekonomi menengah ke atas. Nah lewat BukaReksa, kita mau menyasar semua kalangan, termasuk UKM dan pelapak. Karena ketimbang uang itu didiamkan saja atau untuk belanja konsumtif, lebih baik belanja reksa dana," papar Domingus.

Sedangkan Pujo Damaryono, Kabag Pendaftaran Produk Pengelola Investasi OJK Solo menjelaskan, reksa dana merupakan kumpulan dana yang dikelola oleh manajer investasi untuk membeli saham, obligasi atau instrumen keuangan lainnya. Dana yang terkumpul itu akan dipercayakan kepada profesional untuk mengelolanya, yakni manajer investasi.

"Saat ini investor yang aktif di Solo Raya sebanyak 1.629 investor," jelasnya.

(I) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Investasi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA