1. JAWA TENGAH
  2. PERDAGANGAN

Gesek dua kali kartu elektronik resahkan masyarakat Purwokerto

" ... kartunya sudah digesek di mesin kasir terus digesek di mesin EDC, saya diam saja karena tidak paham."

Ilustrasi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 11 September 2017 18:28

Merdeka.com, Jawa Tengah - Belakangan ini sejumlah pengguna kartu kredit di wilayah Purwokerto mengeluhkan dengan penggesekan dua kali kartu kredit atau debit, di mesin kasir dan Electronic Data Capture (EDC). Hal itu kerap terjadi pada pusat perbelanjaan yang menyediakan mesin tersebut.

Warga Purwokerto, Nunik (30) mengaku pernah mengalami penggesekan kartu kreditnya di beberapa mesin EDC, di pusat perbelanjaan yang ada di Purwokerto. Saat itu Nunik melakukan transaksi non tunai.

"Pernah mengalami pas belanja pakai kartu debit, kartunya sudah digesek di mesin kasir terus digesek di mesin EDC, saya diam saja karena tidak paham. Saya kira memang seperti itu prosedurnya," kata Nunik, Senin (11/9).

Namun, ia membayar menggunakan kartu debit. Saat itu, kartu debitnya digesek dua kali di mesin kasir dan EDC. Ketika ditanyakan ke pihak kasir, alasannya untuk mencocokkan nomor kartu dan jaringannya sedang error.

"Tidak tahu juga apa maksudnya, yang saya khawatirkan tagihan bulan selanjutnya akan membengkak karena dilakukan penggesekan sampai dua kali," katanya.

Berbeda dengan Nunik, pengguna kartu kredit lainnya, Elly Kristiani mengaku belum pernah mengalami penggesekan dua kali. Setiap kali melakukan transaksi non tunai, dia selalu memperhatikan kasir.

"Saya selalu tunggu dan memakai pin, jadi tahu kalau ada yang nakal," katanya.

Menurut dia, semestinya pengguna juga harus paham kelebihan dan kekurangan kartu non tunai. Tidak hanya sekadar untuk memenuhi gaya hidup atau mengikuti tren saja.

Terkait keluhan ini, Deputi Kepala BI Kantor Perwakilan Purwokerto, Fadhil Nugroho mengimbau konsumen yang melakukan transaksi non tunai untuk menghindari penggesekan ganda.

Berdasarkan Peraturan BI No 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran, penyelenggara jasa sistem pembayaran dilarang mengambil dan menggunakan data selain untuk tujuan pemrosesan transaksi pembayaran, misalnya dengan mengambil data kartu melalui penggesekan di mesin kasir.

"Penggesekan ganda itu terjadi ketika pedagang melakukan penggesekan kartu nontunai lebih dari sekali, selain di mesin EDC biasanya juga di mesin kasir pedagang," jelas Fadhil.

Dia menambahkan, pelarangan penggesekan ganda dilakukan untuk melindungi masyarakat dari pencurian dan penyalahgunaan data dan informasi kartu. Jika terjadi pada kartu kredit yang digesek di kasir, data pemilik muncul di layar komputer.

Setelah itu, dengan alat tertentu data tersebut bisa dipindahkan ke kartu yang mempunyai magnet bahkan walaupun hanya menggunakan kartu kamar hotel. Dengan data yang dimiliki tersebut, datanya dapat digunakan untuk transaksi online.

"Sedangkan untuk kartu debit walaupun datanya muncul tetap tidak bisa digunakan untuk transaksi online," imbuh Fadhil.

Jika konsumen menjumpai hal tersebut, dapat dilaporkan ke pihak BI. Namun, untuk perlindungan konsumen jika terjadi pencurian data, sudah masuk ranah pidana dan penyelesaiannya dengan pihak kepolisian.

(I)
  1. Perdagangan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA