1. JAWA TENGAH
  2. PERBANKAN

Bank Jateng siapkan skema kredit UMKM Mitra Jateng 75 dengan plafon Rp 75 juta

"Sedang kita sempurnakan juga. Ini kan pengembangan dan peningkatan fasilitas dari Mitra Jateng 25,"

©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Kamis, 14 September 2017 13:31

Merdeka.com, Jawa Tengah - Bank Jateng akan meningkatkan pelayanan program kredit UMKM Mitra Jateng dengan plafon pinjaman yang lebih besar. Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno mengatakan peningkatan plafon itu hingga Rp 75 juta.

Tujuannya untuk menambah jumlah nasabah dari pelaku usaha yang berskala besar. "Selama ini Mitra Jateng 75 sudah ada, tapi nanti akan lebih gencar kita sosialisasikan. Selama ini kan yang kita kepyakkan di Mitra Jateng 25. Untuk yang Mitra Jateng 25, ternyata sambutan dari masyarakat sangat baik jadi nanti kita tingkatkan lagi," jelasnya di Pasar Dorowati, Kecamatan Klirong, Kebumen, Kamis (14/9).

Ia menyebutkan saat ini pihaknya masih terus mencari formulasi yang tepat terkait program tersebut. "Sedang kita sempurnakan juga. Ini kan pengembangan dan peningkatan fasilitas dari Mitra Jateng 25," kata Surpiyatno. Dia mengatakan, bunga yang dirancang untuk Mitra Jateng 75 pun sangat kompetitif, mulai dari 10 sampai 11 persen. Sementara untuk yang pinjaman hingga Rp 500 juta, termasuk dalam kategori pinjaman komersial dengan bunga pinjaman 13 hingga 14 persen.

Menyinggung Mitra Jateng 25, Supriyatno mengatakan dari hasil evaluasi sampai saat ini hasilnya sangat baik. Pinjaman yang masuk kategori Non Perfoming Loan (NPL) sebesar 0 persen. "Jumlah nasabah hingga Agustus 2017 mencapai 14.684 dengan jumlah kredit mencapai Rp 279.391.029.310," jelasnya.

Sebelumnya, Supriyatno bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menghadiri dialog dengan pedagang Pasar Dorowati. Dalam kesempatan tersebut, para pedagang menyampaikan aspirasinya. Mereka menginginkan adanya perbaikan kondisi pasar karena saat hujan atapnya bocor dan saluran pembuangan air kecil sehingga air hujan sering meluap. Persoalan lain yang dikeluhkan para pedagang yakni sampah yang belum dikelola dengan baik.

Ganjar pun menyarankan agar pedagang mengadakan kerja bakti untuk membersihkan pasar. "Pasar adalah sumber nafkah kita bersama, maka harus dijaga kebersihannya," ucapnya.

(PU) Laporan: Dian Ade Permana
  1. Bank Jateng
  2. mitrajateng25
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA