1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Unik, warga minta dinikahkan Ganjar saat acara Rembuk Desa

"Mendengar Pak Ganjar mau ke desa kami, saya kepengen bapak jadi saksi, makanya jam akadnya saya paskan malam ini."

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menjadi saksi pernikahan Sukiman dan Suwati, warga Tahunan Grobogan, Rabu (29/11).. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Rabu, 29 November 2017 22:07

Merdeka.com, Jawa Tengah - Dialog gubernur dan warga di Desa Tahunan Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan Rabu (29/11) malam digegerkan sepasang pria dan wanita yang minta dinikahkan saat itu juga. Pasangan bernama Sukiman (39) dan Suwarti (33) itu minta nikah dengan gubernur sebagai saksi.

Peristiwa terjadi ketika Ganjar sedang menghadiri Rembuk Desa di Balaidesa Tahunan. Ketika acara baru saja dibuka pembawa acara, tiba-tiba datang rombongan yang dipimpin penari topeng bambangan cakil sebagai cucuk lampah.

Panitia pun tidak mengetahui rombongan tersebut karena tidak ada acara tari-tarian dalam jadwal. Di tengah kebingungan, seorang pria berpeci dan berjas hitam maju. Ia langsung mendekat ke arah Ganjar.

"Pak gubernur mohon bersedia jadi saksi nikah saya malam ini," katanya.

Permintaan pria bernama Sukiman itu kontan membuat gubernur kaget. Ia sempat mengira Sukiman sedang bermain lawak. Ternyata tidak. Sukiman bahkan sudah membawa calon pengantin perempuan beserta orang tua masing-masing plus penghulu.

Namun Ganjar merasa perlu memastikan pada wali mempelai perempuan. "Ini mau kawin betulan pak? Betulan apa guyon?," kata Ganjar.

Bupati Grobogan Sri Sumarni juga awalnya tidak percaya. "Tenanan toh iki?," kata dia.

Kedua orang tua calon pengantin satu persatu berbicara dan membenarkan bahwa ingin menikahkan anak mereka. Sukiman kemudian menjelaskan bahwa memang mau menikah hari ini dengan Suwarti yang berstatus janda dengan dua anak itu.

"Mendengar Pak Ganjar mau ke desa kami, saya kepengen bapak jadi saksi, makanya jam akadnya saya paskan malam ini, " katanya.

Akhirnya Ganjar pun bersedia. Maka ruangan Rembuk Desa pun langsung disiapkan jadi tempat akad nikah. Acara akad berlangsung secara kilat disaksikan gubernur, bupati, kepala Desa Tahunan, pejabat Pemprov, dan ratusan warga yang hadir.

"Saya terima nikah dan kawinnya Suwarti binti Sugeng dengan mas kawin uang 50 ribu rupiah dibayar tunai," kata Sukiman tegas.

"Sah," kata Ganjar.

Tanpa dikomando, tepuk tangan meriah menyambut lancarnya akad nikah tersebut. Layaknya akad nikah biasa, dua mempelai kemudian berfoto dengan memamerkan buku nikahnya. Ganjar pun ikut berfoto bersama dengan pengantin dan keluarga mempelai.

Usai berfoto, Ganjar mempersilakan pengantin duduk di kursi tengah menghadap warga yang dianggap sebagai pelaminan. "Bapak ibu sekarang yang hadir mau dialog atau salam-salaman sama pengantin? Kalau salaman harus nyumbang lho ya," kata Ganjar.

Rembuk Desa akhirnya berlangsung setelah akad. Acara yang semula dalam jadwal dimulai pukul 19.30 akhirnya molor hingga baru mulai pukul 20.30. Namun hal itu tidak mengurangi semangat warga untuk mengikuti acara sampai selesai.

(I)
  1. Unik
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA