1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Temukan angkutan Lebaran dengan tarif nakal? Dishub Cilacap buka aduan

Masyarakat diminta melaporkan ke posko Dishub terdekat apabila ditemukan armada angkutan Lebaran yang menaikkan tarif dengan sembarangan.

©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Senin, 19 Juni 2017 10:26

Merdeka.com, Jawa Tengah - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cilacap memastikan tidak ada kenaikan tarif angkutan umum selama Lebaran 1438 Hijriyah. Masyarakat diminta melaporkan ke posko Dishub terdekat apabila ditemukan armada angkutan Lebaran yang menaikkan tarif dengan sembarangan.

Kepala Dishub Cilacap, Tulus Wibowo menjelaskan, kenaikan tarif angkutan selama masa Lebaran sudah diatur oleh Kementerian Perhubungan, melalui penetapan tarif bawah dan tarif atas. Hal ini sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.2462/PR.301/DRJD/2015 bagi angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Surat Edaran Menteri Perhubungan RI Nomor SE 13 Tahun 2015 tanggal 31 Maret 2015 bagi angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

"Tahun ini, tidak ada kenaikan tarif angkutan umum. Yang ada hanya memaksimalkan batas atas tarif. Regulasinya masih mengacu Keputusan Dirjen Perhubungan Darat dan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2015," katanya, kemarin.

Tulus mengatakan, tarif dasar batas atas untuk angkutan penumpang AKDP ditentukan sebesar Rp 160 per penumpang per kilometer dan tarif batas bawah sebesar Rp 98 per penumpang per kilometer. Sedangkan perhitungan akhir tarif angkutan tersebut ditambah iuran wajib dana kecelakaan penumpang, dibulatkan ke atas sampai kelipatan Rp 100.

Dia menambahkan, aturan ini juga tertuang dalam Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2016, tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah, Angkutan Penumpang AKDP Kelas Ekonomi dengan Bus Umum di Provinsi Jawa Tengah.

"Sedangkan dalam SE Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2015, tarif angkutan umum kelas ekonomi AKDP, angkutan perkotaan, angkutan perdesaan, serta angkutan penyeberangan lintas antar kabupaten kota dalam provinsi, tidak mengalami perubahan,” ujarnya.

Menurut Tulus, penetapan tarif dasar batas bawah dan atas menunjukkan bahwa pemerintah telah memberikan peluang bagi pengusaha angkutan, untuk mendapat keuntungan pada momentum ini.

Untuk memperlancar arus mudik dan arus balik tahun ini, Dishub Cilacap menyiagakan 84 personel. Rinciannya, 12 personel di antaranya disiagakan di Posko Dermaga, 4 personel petugas mobile dan 53 personel siaga di Posko Terminal Cilacap.

Posko tersebut ungkapnya yang juga dijadikan tempat pelaporan jika ada armada angkutan yang menaikkan tarif di luar aturan. "Masyarakat tak perlu segan, laporkan saja ke posko atau bisa langsung menghubungi saya lewat nomor 081327341063," kata dia. 

(PU)
  1. Tarif Angkutan Umum
  2. Mudik Lebaran
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA