1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Temuan SKTM, ini penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Jateng

"Kita sekarang sedang melakukan verifikasi persyaratan, termasuk untuk siswa yang memperoleh poin dari piagam ada tim penguji khusus."

Ilustrasi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 19 Juni 2017 16:40

Merdeka.com, Jawa Tengah - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah menemukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang tidak sesuai pemanfaatannya untuk mendaftar sekolah.

Tercatat, ada 90 SKTM yang digunakan untuk mendaftar SMA dan 78 SKTM untuk mendaftar di SMK. Kepala Disdikbud Jateng, Gatot B Hastowo mengatakan dengan adanya temuan tersebut, calon siswa diharuskan mendaftar lagi tanpa SKTM.

"Mereka juga diharuskan untuk membuat surat pernyataan dan penegasan mengenai kondisinya," terangnya, Senin (19/6).

Pendaftaran bisa dilakukan di sekolah yang belum memenuhi kuota penerimaan siswa. Gatot mengatakan Disdikbud tidak dalam kewenangan memberi sanksi karena SKTM adalah syarat pendaftaran.

"Karena itu adalah syarat, maka jika tidak sesuai saat diverifikasi maka ya tidak diterima. Soal sanksi dan yang lainnya, bukan porsi kami," tegasnya.

Soal pendaftaran tahap dua yang berlangsung Senin-Selasa (19-20/6), Gatot mengatakan semata untuk memenuhi kuota daya tampung yang belum terpenuhi.

"Pendaftaran ini tanpa sistem rayon, tanpa poin piagam, tanpa SKTM," jelasnya. Perhitungan penerimaan murni menggunakan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN).

Terpisah, Agustin Yuanis Pudjiastuti, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Semarang mengatakan ada empat calon siswa yang mendaftar menggunakan SKTM.

"Kita melakukan verifikasi, termasuk juga mendatangi rumah pendaftar," ucapnya.

Indikator yang digunakan adalah instrumen keluarga prasejahtera yang menyangkut kelayakan rumah, pangan, papan, sandang, usia sekolah anak, pemakaian kontrasepsi, serta penghasilan per bulan.

Ditambahkan, SMA Negeri 1 Semarang kuotanya sebanyak 36 siswa dengan sembilan rombongan belajar IPA dan 36 siswa dengan rombel IPS sudah terpenuhi di pendaftaran tahap pertama.

"Kita sekarang sedang melakukan verifikasi persyaratan, termasuk untuk siswa yang memperoleh poin dari piagam ada tim penguji khusus," ucap Agustin.

(I) Laporan: Dian Ade Permana
  1. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA