1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Temani libur lebaran anak-anak, The Park Mall Solo hadirkan Doraemon

"Lisensinya langsung kita datangkan dari Jepang. Apalagi momennya sangat pas karena bertepatan dengan liburan sekolah dan lebaran."

Pengunjung berfoto dengan Doraemon dan Nobita dalam wahana Doraemon Funtastic Adventure' di The Park Mall Solo.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Kamis, 22 Juni 2017 12:56

Merdeka.com, Jawa Tengah - Menyambut lebaran, pusat perbelanjaan The Park Mall Solo menyiapkan berbagai acara menarik untuk menemani liburan sekolah anak-anak. Salah satunya menghadirkan tokoh kartun robot kucing masa depan asal Negeri Sakura, Doraemon.

Menurut General Manager The Park Mall Solo, Erik Suhendar, pengunjung, khususnya anak-anak, akan dibawa menikmati pengalaman seru yang disajikan dalam konsep “Doraemon Funtastic Adventure” pada 15 Juni hingga 9 Juli mendatang di Atrium mall yang terletak di Solo Baru, Sukoharjo ini.

"Lisensinya langsung kita datangkan dari Jepang. Apalagi momennya sangat pas karena bertepatan dengan liburan sekolah dan lebaran," ujar Erik, Kamis (22/6).

Dijelaskan, karakteristik robot kucing kaya Fujiko F Fujio itu akan menghibur pengunjung The Park Mall dengan dance dan foto bersama anak-anak, termasuk photo booth dengan latar belakang mesin waktu yang identik dengan petualangan doraemon.

Selain itu, juga digelar event 'Doraemon Coloring Contest' dan 'Doraemon Jingle Contest' selama tiga hari, yakni 20 Juni, 23 Juni, dan 1 Juli 2017.

Pengunjung juga dapat menikmati wahana permainan ketangkasan yang berada di area play ground Doraemon. Sedangkan bagi pengunjung yang ingin membawa pulang pernak-pernik doraemon seperti bantal, thumbler, buku, boneka hingga roti dorayaki dapat menemukannya di booth-booth yang tersedia.

“Penyelenggaraan 'Doraemon Funtastic Adventure' ini kita harapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung mall dua kali lipat. Dari sebelumnya 15 ribu orang menjadi 30 ribu pengunjung per hari. Karena doraemon ini sangat familiar, khususnya anak-anak angkatan tahun 90’an, dan sampai sekarang masih eksis,” jelas Erik.

(I) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA