1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Temanggung Book Fair digelar lagi, nih catat tanggalnya

TBF kali ini juga akan dimeriahkan oleh Festival Film Dokumenter.

©2017 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Minggu, 07 Mei 2017 11:55

Merdeka.com, Jawa Tengah - Pada tanggal 9-14 Mei 2017 mendatang, Komunitas Belajar Cendikia Mandiri (Cemani), Asosiasi Guru Penulis (Agupena), dan Tabloid Lontar dijadwalkan akan kembali menggelar Temanggung Book Fair (TBF) jilid ke VII di Pendopo Pengayoman Temanggung menyusul kesuksesan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.

Sedikitnya 26 stan penerbit di antaranya dari Yogyakarta, Semarang, dan berbagai kota besar lain akan turut ambil bagian dengan memamerkan ribuan judul buku dari genre seni budaya, sejarah, olahraga, politik, agama, pelajaran sekolah, hingga karya novel.

“Selain memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2017, TBF juga digelar sebagai dukungan terhadap gerakan literasi nasional yang dicanangkan oleh Presiden dan Kemendikbud. Harapan kami, minat baca masyarakat dan tulis, khususnya generasi muda dan pelajar sampai ke tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) semakin meningkat,” kata Humas TBF, M As’adi,” Minggu (7/5).

Lanjutnya, tak hanya pameran buku, untuk melecut semangat sekaligus kreativitas pelajar, TBF kali ini juga akan dimeriahkan oleh Festival Film Dokumenter yang terselenggara berkat kerjasama panitia dengan pemerintah setempat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung.

“Selain tropi, kami juga menyediakan hadiah berupa uang tunai sebagai penyemangat peserta dalam mengikuti Festival Film Dokumenter itu,” imbuhnya.

Secara umum ia menyoroti, kendati sebenarnya Kabupaten Temanggung memiliki sederet nama penulis terkenal, macam Arie Septaji, Roso Titi Sarkoro, Sundari Mardjuki, Anif Punto Utomo, Putut Tri Husodho, dan sejumlah nama lain, namun sampai saat ini semangat untuk menulis dianggap masih minim.

“Idealnya, setiap kali penyelenggaraan TBF, dapat terbit satu atau dua judul buku, baik itu karya guru maupun pelajar di Temanggung. Misal ada buku yang diterbitkan, saya bisa katakan hal itu sangat minim,” pungkasnya.

(PU) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Pameran Buku
  2. Literasi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA