1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Tak bisa beri bonus dari APBD, Wali Kota Semarang saweran untuk PSIS

"...namanya pencapaian positif semua orang pengen seperti itu. Harapannya terus dirawat, jangan cepet puas..."

©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Kamis, 30 November 2017 13:48

Merdeka.com, Jawa Tengah - Setelah sukses memastikan promosi di Liga 1 musim depan, PSIS mendapat banjir bonus dari Pemerintah Kota Semarang, yaitu uang senilai Rp 225 juta dan akan mendapat fasilitas bus untuk operasional PSIS.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan, bonus tersebut merupakan bentuk terima kasih kepada para pemain dan official PSIS yang telah mengharumkan Kota Semarang, sebagai satu-satunya klub dari Jawa Tengah di Liga 1 musim mendatang.

"Kita kasih bonus, uangnya dari mana, gotong royong. Ada yang ngasih sejuta, ada yang ngasih lima juta, akhirnya terkumpul Rp 225 juta. Intinya tondo tresno, bukti cinta, pasti nilainya tidak sebanding dengan perjuangan mereka dari awal," sebut Hendi, sapaannya saat menyambut kepulangan Tim PSIS di Balai Kota Semarang, Kamis (30/11).

Lebih lanjut, ia mengingatkan kepada pemain PSIS untuk tidak larut dalam euforia lolos ke Liga 1 serta menjadi tim ter-fairplay di helatan Liga 2 musim ini, namun segera mempersiapkan tim untuk menghadapi Liga 1 musim depan.

"Tentu saja, namanya pencapaian positif semua orang pengen seperti itu. Harapannya terus dirawat, jangan cepet puas, jarang latihan itu sudah tanda-tanda klub mau drop. Tanda-tanda kebangkitan ini harus dipelihara terus," tuturnya.

Untuk mengarungi Liga 1 musim depan, ia yakin akan semakin banyak sponsor yang melirik PSIS. Dengan begitu, keuangan klub akan semakin sehat karena di era sepak bola modern seperti sekarang ini tidak lagi diperbolehkan penggunaan APBD untuk operasional klub sepak bola.

"Ya ndak bisa to, temen-temen harus memahami itu, APBD kita ndak bisa kita masukkan untuk memberi bantuan kepada PSIS, karena PSIS itu sekarang udah menjadi PT. Tapi saya yakin lah, Liga 1 ini lebih bagus dari liga yang saat ini. Kenapa, karena sponsornya pasti banyak yang mau," ucapnya.

Sementara itu, CEO PSIS Alamsyah Satyanegara Sukawijaya, belum bisa memastikan siapa saja pemain yang akan dipertahankan untuk berlaga di kasta teratas sepak bola Indonesia nanti, setelah sembilan tahun bermain di liga kasta kedua. Namun, ia memastikan akan mempertahankan pelatih Subangkit sebagai nahkoda PSIS musim depan.

"Kita syukuri dulu bisa masuk Liga 1, kita jangan ngomong pemain dulu. Kemungkinan besar pak Subangkit tetap kita pertahankan, karena beliau merupakan pahlawan untuk Kota Semarang," ujar Yoyok Sukawi, sapaan akrabnya.

(I) Laporan: Jamal Abdun Nashr
  1. Sepak Bola
  2. Olahraga
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA