1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Sudirman Said langsung tancap gas di Jawa Tengah

"Kami tidak ingin mereka yang bergabung sebagai tim relawan hanya sebagai kacung..."

©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Minggu, 17 Desember 2017 14:38

Merdeka.com, Jawa Tengah - Setelah dideklarasikan Partai Gerindra dan PAN, calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said langsung tancap gas. Minggu (17/12) di Hotel UTC jalan Kelud Semarang, mantan menteri ESDM tersebut mengukuhkan 152 relawan.

Dalam pengukuhan tersebut, Sudirman Said menjelaskan bahwa tim relawan terdiri dari eks karesidenan ditambah relawan kabupaten/kota se-Jawa Tengah. "Di dalam 152 relawan tersebut terdapat 6 relawan inti yang bertugas di eks karesidenan serta 35 relawan kabupaten/ kota," jelasnya.

Strukturisasi relawan tersebut akan bertugas melakukan pergerakan sampai tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Setelah ini tim eks karesidenan dan kabupaten/kota akan menyusun relawan di tingkat kecamatan, desa sampai TPS," kata dia.

Mengingat kebutuhan personel untuk mengisi tim tersebut, Sudirman Said membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat Jawa Tengah untuk bergabung. "Kita tidak bisa meninggalkan masyarakat untuk membuat perubahan," kata dia sambil menyitir pepatah, seribu kawan kurang satu musuh kelebihan, atau terlalu banyak.

Sebelum akhirnya dikukuhkan oleh Bung Dirman, seluruh relawan tersebut telah melakukan koordinasi dan rencana program pergerakan. Untoro, salah satu koordinator relawan menyebut bahwa hajat besar dalam rangka memenangkan Bung Dirman harus disengkuyung bareng.

"Kami tidak ingin mereka yang bergabung sebagai tim relawan hanya sebagai kacung, artinya yang hanya dimanfaatkan tenaganya. Kami harus membuka peluang tukar pikiran untuk meraih kemenangan, dengan catatan, cara meraih yang cantik," kata dia.

Selain itu, Sudirman Said bakal juga bakal menggunakan metode kampanye yang digunakan untuk memenangkan Anies Baswedan - Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta. "Namun tidak semua metode kita pakai," kata dia.

Sudirman menjelaskan, jurus-jurus Anies - Sandi yang perlu diterapkan untuk berlaga di Pilgub Jawa Tengah adalah pertama soal militansi. "Jalinan kerja tim Anies - Sandi sangat militan, karena seperti yang kita ketahui bahwa di Pilkada DKI Jakarta kemarin yang dilawan adalah raksasa, sebagaimana di Jawa Tengah ini. Soliditas dan militansi tim sangat menentukan," jelasnya.

Terlebih, kata dia, wilayah Jawa Tengah ini sangat luas, bahkan lima kali lipat dari luas DKI Jakarta. "Berjuang di Jawa Tengah ini memerlukan militansi yang luar biasa, bahkan, jika dibandingkan secara luas wilayah, jika untuk menang di DKI Jakarta kita perlu 1 militansi, di Jawa Tengah harus lima kali lipatnya," kata dia.

Kedua, lanjut Sudirman, adalah rasa memperjuangkan idealisme. Idealisme yang kita bawa, kata dia, adalah idealisme menuju perubahan. "Jika pemimpin yang lama tidak mampu membawa kondisi masyarakat menuju ke arah yang lebih baik, masak dipertahankan? kita harus menuju perubahan," tandas dia.

Disinggung soal penggunaan isu SARA, Sudirman mengatakan bahwa kondisi di Jawa Tengah dan Jakarta sangat berbeda. Selain itu, iklim masyarakat di Jawa Tengah ini cenderung ayem tentrem. "Pilihannya ya harus menyesuaikan kondisi masyarakat, harus kampanye yang menyejukkan dan cantik," kata dia.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa tidak benar jika pada Pilkada DKI Jakarta kemarin tim Anies - Sandi memanfaatkan isu SARA. Dia menyebut bahwa yang terjadi di Jakarta kemarin adalah proses demokrasi yang luar biasa. "Jika kami menggunakan isu SARA, tidak mungkin ada TPS yang dimenangkan pasangan nomor urut dua seratus persen," kata dia.

Sebagaimana diketahui, pada Pilkada DKI Jakarta kemarin, mantan menteri ESDM tersebut berperan sebagai Ketua Tim Transisi pasangan Anies - Sandi.

(I)
  1. Pilgub Jateng
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA