1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Simak, ini penjelasan full day school dari Mendikbud

“Kalau membebani orang tua siswa ya mending tidak usah dilakukan. Bentuk tarikan itu juga bukan termasuk pungli."

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (tengah).. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 19 Juni 2017 13:09

Merdeka.com, Jawa Tengah - Seiring akan diberlakukan program sekolah selama lima hari atau full day school secara resmi mulai tahun ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy memperbolehkan pihak sekolah apabila akan melakukan penarikan uang tambahan.

Penarikan uang tambahan pada orang tua atau wali murid tersebut diharapkan untuk melengkapi sarana dan prasarana program penguatan karakter pendidikan bagi siswa.

Namun demikian, hal tersebut tidak bisa serta merta dilakukan begitu saja. Syaratnya antara lain penarikan dilakukan atas kesepakatan bersama oleh pihak sekolah dengan orang tua, diputuskan melalui komite dan untuk kemajuan sekolah, hingga tidak memberatkan pihak orang tua.

“Kalau membebani orang tua siswa ya mending tidak usah dilakukan. Bentuk tarikan itu juga bukan termasuk pungli. Kalau diam-diam narik terus masuk saku sendiri itu yang tidak boleh,” jelasnya saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Ri, Joko Widodo di Kabupaten Temanggung kemarin.

Lebih jauh Muhadjir memastikan bahwa program penguatan karakter sekolah lima hari tetap akan dilakukan pada tahun 2017 ini mengingat hal itu telah menjadi program resmi pemerintah. Tidak hanya di dalam gedung bangunan sekolah program penguatan karakter siswa juga dapat digelar di luar gedung sekolah.

Ia menyebut, delapan jam waktu minimal yang akan digunakan, nantinya siswa tidak harus melulu berada di sekolah asalkan guru turut bertanggung jawab untuk memantau perkembangan anak.

“Mau di madrasah atau membantu ibunya bekerja di warung juga boleh. Siapa tau hal ini menjadi awal bahwa kelak mereka bisa jadi konglomerat,” imbuhnya.

Diterangkan lagi, pemberlakuan program lima hari sekolah ini membutuhkan harus disertai dengan perubahan pola pikir dari pihak sekolah. Tidak bisa seorang kepala sekolah tak ubahnya zaman dahulu.

Berdasar data yang ia pegang, penguatan karakter ini sudah mulai diujicobakan kepada 1.500 sekolah yang tersebar di 34 provinsi sejak tahun 2016 lalu. Untuk tahun 2017 ini akan diberlakukan pada 9.300 sekolah juga di 34 provinsi secara bertahap, termasuk daerah di Provinsi Jateng.

“Namun demikian, bila ada sekolah-sekolah yang masih keberatan dan menolak memberlakukan lima hari sekolah ya tidak masalah. Karena pemerintah tidak bisa memaksa semua sekolah untuk harus siap. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah (Pemda) pun juga harus bisa mengakomodir semuanya,” pungkasnya.

(I) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA