1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Ribuan warga eks Karesidenan Kedu teriakkan Tetep Putih Mboten Ngalih

"Ganjar dinobatkan menjadi Presiden Kuda Lumping Temanggung sebagai penghargaan atas jasanya yang membela kesenian jathilan sejak tahun 2004.”

orang-orang mewarnai rambutnya menjadi putih sebagai bentuk dukungan pada Ganjar Pranowo, yang identik dengan rambut berwarna putih untuk maju pada Pilgub Jateng 2018.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Minggu, 13 Agustus 2017 17:11

Merdeka.com, Jawa Tengah - Ribuan warga kota dan kabupaten di eks Karesidenan Kedu yang terkumpul dalam lingkaran ‘Dulur Ganjar’ Minggu (14/8) siang menggelar tasyakuran atas kesediaan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk kembali mencalonkan diri pada Pilkada tahun 2018.

Uniknya, dalam acara yang mengusung tema ‘Tetep Putih Mboten Ngalih’ tersebut, tak sedikit dari mereka yang bernama Bergodo Tani mengecat rambut dengan warna putih sebagai bentuk simbolis dukungan terhadap gubernur yang identik dengan rambut warna putih itu.

“Dulur Ganjar yang datang untuk menggelar tasyakuran ini berasal dari berbagai lapisan. Mulai petani hingga seniman. Kenapa acara ini kami gelar, kemarin sempat was-was, apakah Pak Ganjar tidak mencalonkan diri lagi untuk menjadi gubernur Jateng periode selanjutnya. Namun setelah beliau mengembalikan formulir kami merasa sangat puas. Sosok yang pantas memimpin rakyat Jateng menurut kami, dia,” jelas Presiden Hokya, Yudha Sudarmaji.

Tetep Putih Mboten Ngalih
© 2017 jateng.merdeka.com/Rizal Ivan

 

Yudha menambahkan, mereka menganggap bahwa selama ini Ganjar adalah sosok yang digadang-gadang dekat dengan rakyat serta memiliki program yang berkualitas dan sangat memihak terhadap kepentingan wong cilik. Mendukung keberadaan dan perkembangan kesenian daerah, pro terhadap petani, serta membantu majunya pembangunan seluruh daerah.

"Ganjar dinobatkan menjadi Presiden Kuda Lumping Temanggung sebagai penghargaan atas jasanya yang membela kesenian jathilan sejak tahun 2004,” pujinya.

Belum lagi, lanjutnya, berkat Pak Ganjar, DBHCHT telah mengalami kenaikan drastis. Karena perannya terhadap petani tembakau, bahkan Ganjar dianugerahi sebutan Senopati Tembakau.

“Pokoke ora Ganjar ora mbako. Dia sosok yang digadang-gadang jadi pemimpin sejati. Nyatanya, selama ini Pak Ganjar selalu mau mendengarkan aspirasi petani tembakau dengan menjadi fasilitator kami kepada Pemerintah Pusat," kata dia.

Tetep Putih Mboten Ngalih
© 2017 jateng.merdeka.com/Rizal Ivan

 

Sementara itu, Ketua Dulur Ganjar Kabupaten Temanggung, Susilo menambahkan, tasyakuran ini juga sebagai bentuk doa masal agar Ganjar Pranowo dapat kembali lolos serta mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan untuk kembali maju sebagai calon gubernur periode 2018 - 2023.

“Ganjar tidak bisa berdiri sendiri, begitupun kami. Tanpa Pak Ganjar mungkin akan berbeda. Beliau telah memberikan bukti nyata kerja untuk kepentingan rakyat kecil. Dialah Senopati Mbako. Kami yang penting sepakat untuk terus memberikan suara agar Pak Ganjar kembali memimpin Jawa Tengah,” tegasnya.

(I) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Pilgub Jateng
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA