1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Ribuan siswa SMA Negeri 3 Semarang nyoblos pada pemilihan Ketua OSIS

"Kami senang karena bisa meningkatkan pembelajaran tentang tata cara Pemilu sekaligus bisa belajar berdemokrasi,"

Seorang siswi memperlihatkan jari bertinta sebagai bukti telah melakukan pencoblosan pada pemilihan Ketua OSIS SMA Negeri 3 Kota Semarang, Kamis (12/10). ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Kamis, 12 Oktober 2017 13:41

Merdeka.com, Jawa Tengah - Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 3 Semarang menggelar Pemilihan Umum Ketua OSIS (Pemilos), Kamis (12/10). Pemilihan ini dilakukan dengan mengadopsi pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau presiden, sehingga pelaksanaanya juga persis seperti aturan dalam Pilkada.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut hadir dan berbagi pengalamannya di bidang politik kepada ribuan siswa. "Pemilihan ini cukup bagus ya, siswa bisa turut serta dalam tata kelola pemilu. Mereka juga latihan berdemokrasi, sehingga mendapat pengalaman," kata Ganjar. Dia berharap para siswa terbiasa dengan politik dan pemilu agar nantinya tidak canggung bila tiba saatnya menjadi pemilih dalam pemilu yang sebenarnya.

Ganjar menyatakan pemilihan ketua OSIS yang dikemas dalam bentuk pemilu menjadikan para siswa terlatih memilih calon pemimpin. Selain itu juga bisa mempelajari calon pemimpinnya melalui visi misi yang disampaikan para calon. "Ini adalah pemilihan tidak umum, karena dilakukan sebelum memenuhi syarat umur yang ditetapkan KPU. Tapi ini juga langkah baik karena berbagai tahapan pemilu juga dilalui," ungkapnya.

Sebelum dilakukan pencoblosan, para calon Ketua OSIS diharuskan berkampanye dan menyampaikan visi misi. Mereka juga diharuskan mendengarkan aspirasi para siswa lain dan juga tidak diperbolehkan mempengaruhi siswa lain dengan hal-hal yang dilarang seperti memberikan uang.

Menurut panitia pemilihan, Deanisa Ayu, ada sekitar 2.000 siswa yang memberikan suara dalam Pemilos SMAN 3 Semarang. "Di sini ada enam TPS dengan jumlah anggota KPPS sebanyak 50 orang. Kami senang karena bisa meningkatkan pembelajaran tentang tata cara Pemilu sekaligus bisa belajar berdemokrasi," ungkap siswi Kelas III IPA tersebut. Terdapat tiga calon ketua OSIS yang bersaing dalam Pemilos. Ketiganya yakni Nabil Omar Jidan, Fina Arisa dan Muhammad Urinadja.

Henry Wahyono, Ketua KPU Kota Semarang mengapresiasi pelaksanaan Pemilos SMAN 3 karena dalam pelaksanaannya telah mengadopsi aturan yang ada di Pilgub Jateng 2018.

"Ini konsepnya kayak pemilu. Kita juga menyesuaikan dengan Undang-undang yang berlaku. Kita juga memberikan bimbingan teknis sehingga mereka mudah memahami pelaksanaan di lapangan," katanya.

Ia berharap ajang itu mampu menggoreskan kesan tersendiri saat mereka beranjak dewasa nanti. Misinya untuk membawa konsep berdemokrasi dan berkeadilan ke tingkat sekolah. "Kami ingin membiasakan setiap pemilihan dilakukan dengan proses yang benar dan mempersiapkan calon PPS KPPS sejak dini. Apalagi dengan mengacu pada aturan yang baru, sekarang calon petugas Pemilu minimal berusia 17 tahun. Kan mereka kebanyakan tahun depan sudah berusia 18 tahun saat lulus sekolah jadi juga selayaknya mengetahui tentang politik dan pemilu," jelasnya.

(PU) Laporan: Dian Ade Permana
  1. Pendidikan
  2. Pemilu
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA