1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Rastra sering dikeluhkan, Pemkab Purbalingga kritik Bulog

”Keluhan lainnya dari masyarakat adalah telatnya distribusi beras sejahtera, belum lagi kualitas beras yang jelek,"

Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat sosialisasi Program Rastra di Pendapa Dipakusuma Kabupaten Purbalingga, kemarin . ©2017 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Rabu, 31 Mei 2017 10:07

Merdeka.com, Jawa Tengah - Banyaknya keluhan masyarakat terkait program beras sejahtera membuat Pemerintah Kabupaten Purbalingga geram. Secara terang-terangan, mereka meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk membenahi distribusi rastra.

Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menyinggung masalah itu pada sosialisasi Program Rastra tahun 2017 di Pendapa Dipokusumo, Selasa (30/5) kemarin. Menurut dia, keluhan yang ditemukan di lapangan antara lain angka penerima Rastra atau daftar penerima manfaat (DPM) yang tidak valid.

”Keluhan lainnya dari masyarakat adalah telatnya distribusi beras sejahtera, belum lagi kualitas beras yang jelek. Karena itu, saya meminta Bulog dan pihak-pihak terkait untuk memberikan beras kualitas medium terbaik dan layak untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya, kemarin.

Dyah mengatakan, distribusi Rastra Januari hingga Mei juga mengalami keterlambatan. Dia juga meminta seluruh kepala desa dan camat beserta aparaturnya, untuk memverifikasi dan memvalidasi penerima Rastra serta mengawal program rastra agar berjalan baik.

Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Karangsentul Purbalingga, Bulog Sub Divre IV Purwokerto, Edi Haryanto, mengatakan, pendistribusian memang telat karena ada perubahan data di tingkat pusat secara nasional. Perubahan itu melalui verifikasi di tingkat pusat dan baru turun ke daerah pada April lalu.

"Jika di lapangan terdapat kualitas beras yang secara fisik kurang bagus, hal itu karena beras yang harusnya disalurkan Januari, namun tertahan hingga empat bulan," jelasnya.

Edi mengemukakan, pihaknya memastikan beras kualitas medium tersebut masih layak konsumsi. Jika memang tidak layak konsumsi, pihaknya siap mengganti dengan kualitas yang lebih baik. (suk)

(PU)
  1. Rastra
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA